Kegagalan di Liga Champions Titik Balik Inter Milan

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Jumat, 12 Mar 2021 22:00 WIB
Inter Milans Milan Skriniar, left, celebrates with his teammates his goal against Atalanta during a Serie A soccer match between Inter Milan and Atalanta at the San Siro stadium in Milan, Italy, Monday, March 8, 2021. (AP Photo/Luca Bruno)
Kegagalan di Liga Champions titik balik Inter Milan. (Foto: AP/Luca Bruno)
Milan -

Inter Milan tampil gemilang di paruh kedua musim. Bek tengah Inter Alessandro Bastoni mengatakan, timnya terlecut dengan kegagalan di Liga Champions.

Nerazzurri finis di posisi terbawah Grup B dengan perolehan sembilan poin. Dari enam pertandingan yang dilakoni, Inter hanya sekali menang (melawan Borussia Moenchengladbach 3-2), dan menderita dua kekalahan (melawan Real Madrid 2-3 dan 0-2).

Dengan hasil tersebut, kiprah Inter Milan di Eropa pada musim ini sudah selesai. Namun, hal itu memungkinkan Inter lebih fokus untuk bersaing di Liga Italia, yang sejauh ini terwujud.

Inter Milan pun menebus kegagalan di Liga Champions dengan penampilan ciamik. Tim besutan Antonio Conte itu hanya sekali kalah dalam 16 pertandingan, dengan mengantongi 13 kemenangan.

Kini Inter nangkring di puncak klasemen Liga Italia dengan perolehan 62 poin, unggul enam poin dari rival terdekatnya AC Milan, dan 10 poin dari juara bertahan Juventus. Tak bisa dipungkiri, musim ini adalah peluang terbaik Inter memenangi Scudetto pertamanya sejak terakhir kali juara pada 2009/10.

"Dilarang untuk membicarakan tentang Scudetto," ucap Bastoni kepada La Stampa, yang dikutip Football-Italia. "Masih ada jalan yang panjang, dan di dalam sepakbola, mudah sekali untuk terjun bebas."

"Juventus tetap pesaing yang nyata, kegagalan mereka di Liga Champions akan memotivasi mereka. Mereka adalah tolok ukur kami, tapi kami ingin finis di atas mereka."

"Kami melakukan sebuah pertemuan kolektif setelah tersingkir dari Liga Champions pada Desember. Itu adalah pukulan telak buat kami. Itu adalah titik balik kami di musim ini. Kami merasa lebih bertanggung jawab dan Conte menyalurkan kebuasan kepada kami," sahut pemain berusia 20 tahun itu mengenai penampilan apik Inter Milan di musim ini.



Simak Video "Pendukung Inter Timbulkan Kerumunan Saat Rayakan Scudetto"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/raw)