Tokcer di Inter Milan, Romelu Lukaku Bagi Rahasia Dietnya

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Jumat, 12 Mar 2021 20:45 WIB
Inter Milans Romelu Lukaku celebrates after scoring his sides first goal during a Serie A soccer match between Inter Milan and Genoa at the San Siro stadium in Milan, Italy, Sunday, Feb. 28, 2021. (AP Photo/Luca Bruno)
Striker Inter Milan Romelu merasa jauh lebih kuat daripada sebelumnya karena mengubah pola diet. (Foto: AP/Luca Bruno)
Milan -

Romelu Lukaku semakin mengilap setelah hijrah ke Inter Milan. Striker top Belgia itu mengungkapkan, performanya itu dipengaruhi dengan perubahan pola dietnya.

Pada musim panas 2019, Lukaku menyeberang ke Inter dari Manchester United setelah mengemas 42 gol dalam dua musim. Di Italia, Lukaku menjadi penyerang yang lebih mematikan.

Sebanyak 34 gol dibukukan Lukaku dalam 51 penampilan di musim pertamanya untuk membantu Nerazzurri finis kedua di bawah Juventus di Serie A 2019/20. Posisi finis terbaik klub dalam sembilan musim terakhir.

Ketajaman Romelu Lukaku berlanjut di musim ini. Mantan penggawa Chelsea itu berhasil menceploskan 24 gol dalam 33 pertandingan, yang turut membawa Inter Milan ke tampuk singgasana Liga Italia dengan keunggulan enam poin dari rival terdekatnya, AC Milan. Inter pun berpeluang mengakhiri puasa Scudetto, yang terakhir kali dirasakan pada 2010.

"Sejak aku bergabung Inter, aku mengubah dietku dan aku bisa mengatakan bahwa aku tidak pernah merasa begitu kuat," ungkap Lukaku dikutip Sky Sport Italia. "Dietku terdiri atas salad untuk makan siang, banyak sekali dada ayam, pasta Shirataki."

"Aku tidak banyak mengubah pola makanku, untuk cara bermain kami, kami harus memiliki fisik yang sangat kuat, kami banyak berlari: sejak aku mengikuti gaya hidup seperti ini aku merasa lebih baik di atas lapangan. Aku merasa lebih cepat bereaksi dan lebih kencang."

"Aku sangat menyukai karbohidrat dan kentang, kentang manis, dan nasi hitam, tapi aku tidak banyak memakan pasta. Aku mengonsumsi banyak karbohidrat setelah pertandingan. Sering kali aku menghabiskan dua porsi gnocchi, tergantung pada apa yang disiapkan juru masak."

"Selama ini aku adalah seorang pemain eksplosif dan otot-otot ini, tapi Italia membuatku berada di level yang lain. Aku tidak pernah merasa begitu kuat. Aku sudah mencapai level yang berbeda, secara fisik dan mental," simpul Romelu Lukaku.



Simak Video "Lukaku Brace, Inter Menang 4-0 Atas Benevento"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/aff)