Conte: Scudetto Lebih Penting daripada Main Cantik

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Kamis, 08 Apr 2021 11:10 WIB
MILAN, ITALY - APRIL 07: Antonio Conte, head coach of Internazionale gives team instructions during the Serie A match between FC Internazionale and US Sassuolo at Stadio Giuseppe Meazza on April 07, 2021 in Milan, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)
Antonio Conte menyebut Inter Milan lebih mementingkan hasil akhir ketimbang permainan cantik (Foto: Getty Images/Marco Luzzani)
Milan -

Dengan penguasaan bola yang minim, Inter Milan tetap mampu mengalahkan Sassuolo. Antonio Conte menegaskan timnya kini lebih berorientasi kepada hasil akhir.

Laga Inter vs Sassuolo dalam lanjutan Liga Italia digelar di Giuseppe Meazza, Rabu (7/4/2021) malam WIB. Nerazzurri mengalahkan tim tamu dengan skor 2-1.

Inter sudah membuka keunggulan pada menit ke-10 lewat sundulan Romelu Lukaku yang memanfaatkan umpan Ashley Young. Meski unggul, Inter kemudian lebih fokus dalam bertahan dan menyerang balik.

Menurut laporan Football Italia, penguasaan bola Sassuolo mencapai 81% pada 25 menit pertama pertandingan. Usai jeda, Sassuolo masih lebih dominan.

Namun, justru Inter yang menggandakan keunggulan pada menit ke-67 lewat Lautaro Martinez yang memanfaatkan sebuah serangan balik. Sassuolo baru bisa memperkecil ketertinggalan pada menit ke-85 lewat sepakan Hamed Traore.

Secara keseluruhan, Inter cuma mencatatkan penguasaan bola sebesar 29,9%. Mereka melepaskan tujuh tembakan dan hanya dua yang on target. Sementara Sassuolo bikin 15 tembakan, tiga di antaranya mengarah ke gawang.

[Gambas:Opta]

Antonio Conte mengakui kalau Inter Milan memang tidak fokus pada penguasaan bola. Inter mengesampingkan permainan cantik demi hasil akhir.

"Sassuolo menjadikan penguasaan bola sebagai kekuatan utama mereka, jadi kami memilih untuk menutup jarak di tengah. Kami tahu kami harus merelakan penguasaan bola," ujar Conte kepada DAZN seperti dilansir Football Italia.

"Tidak ada masalah dengan estetika, tapi scudetto terlalu penting. Kami main cantik di Liga Champions dan orang-orang bilang kalau kami tersingkir, jadi sekarang kami harus fokus ke hasil."

"Kami mencoba untuk menekan, tanpa mengambil terlalu banyak risiko, jadi kami bisa memaksimalkan pemain seperti Lukaku, Lautaro, dan Hakimi yang bisa melukai tim ketika berlari masuk ke ruang."

Berkat kemenangan atas Sassuolo, Inter Milan mantap di puncak klasemen Liga Italia dengan 71 poin dari 29 pertandingan. Mereka unggul 11 poin atas AC Milan yang ada di posisi kedua.

(nds/krs)