Inter Masih Boncos, Berharap Stadion Dibuka Kembali

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Kamis, 22 Jul 2021 12:05 WIB
MILAN, ITALY - MAY 23: Players of FC Internazionale celebrate their title win towards the fans who have gathered outside the ground after the Serie A match between FC Internazionale Milano and Udinese Calcio at Stadio Giuseppe Meazza on May 23, 2021 in Milan, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors (Photo by Mattia Ozbot/Getty Images)
Inter Milan berharap stadion bisa dihadiri penonton lagi musim depan (Getty Images/Mattia Ozbot)
Milan -

Kondisi keuangan membuat Inter Milan mau tak mau harus menjual pemain lagi. Nerazzurri cuma bisa berharap penonton bisa kembali ke stadion.

Pesta juara Inter usai meraih Scudetto musim lalu memang tak berlangsung lama. Sebab, setelah itu Inter sempat disibukkan dengan persoalan kontrak dengan Antonio Conte.

Conte yang menginginkan pembelian pemain baru akhirnya harus mundur, karena manajemen tidak bisa mengabulkan. Sebab, Inter lagi dilanda krisis finansial karena pandemi virus corona.

Alhasil, Inter harus menjual bek kanan Achraf Hakimi yang musim lalu jadi andalan ke Paris Saint-Germain dengan harga 60 juta euro. Meski begitu, uang penjualan itu masih kurang karena Inter butuh sekitar 20-30 juta euro untuk memperbaiki kondisi keuangan.

Maka dari itu, ada kemungkinan Inter Milan akan menjual beberapa pemainnya demi mendapatkan dana segar sekaligus melonggarkan tagihan gaji. Dalbert dan Joao Mario menyusul Hakimi, sementara Radja Nainggolan, Aleksandar Kolarov, dan Matias Vecino diperkirakan bakal menyusul.

"Kami ingin memangkas operasional skuad sekitar 15-20 persen dan menghasilkan 80 juta euro dari penjualan pemain," ujar Direktur Inter Alessandro Antonello di Football-Italia.

Nah, ada kabar baik untuk Inter Milan dan klub Italia lainnya. Di tengah gelombang kedua pandemi Covid-19 karena varian delta, Pemerintah Italia mulai mewacanakan para penonton untuk hadir di stadion, meski tidak dalam kapasitas penuh.

Syaratnya para penonton sudah divaksin dan nantinya harus membawa bukti vaksin tersebut agar diperbolehkan masuk ke stadion. Apalagi FIGC juga meminta seluruh pemain Serie A divaksin demi keamanan.

Sebab, jika musim depan stadion masih tertutup untuk fans, maka kerugian klub akan makin besar.

"Keuangan 2020-2021 yang memang paling terdampak COVID, kami kehilangan sekitar 70-80 juta euro dari tiket stadion. Jadi kami harap stadion bisa dibuka di musim baru nanti dengan adanya Green Pass untuk fans yang sudah divaksin. Jika tidak, maka itu akan sangat memukul klub," sambung Antonello.

(mrp/cas)