Ini Ganjaran untuk Pemain Liga Italia yang Ogah Vaksin

Randy Prasatya - Sepakbola
Sabtu, 24 Jul 2021 06:30 WIB
AC Milans Zlatan Ibrahimovic, center left, and Inter Milans Romelu Lukaku, center right, argue during an Italian Cup round of 8 soccer match between Inter Milan and AC Milan at the San Siro stadium, in Milan, Italy, Tuesday, Jan. 26, 2021. (AP Photo/Antonio Calanni)
Pemain di Liga Italia tidak diwajibkan vaksin. (Foto: Antonio Calanni/AP)
Jakarta -

Federasi Sepakbola Italia (FIGC) berharap pemain di Liga Italia melakukan vaksin COVID-19 terlebih dahulu sebelum berkompetisi. Jika tidak mau, ada konsekuensinya.

Serie A Liga Italia 2021/2022 bakal bergulir bulan depan. Kompetisi dipastikan start pada 22 Agustus 2021 dan tuntas pada 22 Mei 2022.

FIGC ingin semua pemain Serie A dan Serie B divaksinasi sebelum kompetisi dimulai. Beberapa klub Serie A telah memulai vaksinasi, namun ada beberapa pemain yang menolak untuk divaksin.

Pemain yang menolak untuk divaksin tidak bakal mendapatkan hukuman dari FIGC atau penyelenggara kompetisi. Namun, ada tanggung jawab moral yang harus dipikul jika menjadi penyebab orang lain tertular virus Corona.

"Sebagian besar anggota skuad divaksinasi, setidaknya dengan dosis pertama, dan ada sangat sedikit kasus pemain yang tidak divaksinasi. Ini sudah merupakan langkah maju yang besar dari tahun lalu," kata anggota Komisi Medis FIGC, Gianni Nanni, kepada Radio Punto Nuovo.

Liga Inggris menjadi salah satu kompetisi yang nantinya mewajibkan pemain divaksin mulai 1 Oktober. Nah, Italia belum bisa meniru Inggris.

"Model Inggris sangat drastis, tetapi juga sangat efektif. Saat menghadapi pandemi, kita membutuhkan aturan yang jelas dan dipatuhi," ungkap Gianni Nanni.

"Saya tidak yakin itu bisa diterapkan di Italia, karena kami tidak bisa mewajibkan vaksin. Namun, kami dapat mengambil keputusan lain."

"Kami dapat memberi tahu mereka yang tidak mau vaksin harus memikul tanggung jawab dan biaya keuangan dari setiap perawatan medis yang berasal dari keputusan mereka. Jika Anda memicu wabah dalam tim, bisnis atau sekolah, maka Anda harus membayar konsekuensi ekonomi juga."

"Orang bebas untuk memutuskan sesuai keinginan mereka, tetapi kemudian juga harus mengambil tanggung jawab moral dan ekonomi untuk keputusan tersebut," tegasnya.



Simak Video "Pihak WHO Ingatkan untuk Berbagi Vaksin ke Negara yang Kekurangan"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/pur)