Penyesalan Roma di Bursa Transfer Bukan Gagal Dapatkan Xhaka, tapi ...

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Kamis, 02 Sep 2021 09:20 WIB
LONDON, ENGLAND - FEBRUARY 21:  Granit Xhaka of Arsenal reacts during the Premier League match between Arsenal and Manchester City at Emirates Stadium on February 21, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images)
AS Roma sempat tertarik kepada Granit Xhaka, tapi Arsenal enggan melepasnya (Foto: Getty Images/Shaun Botterill)
Jakarta -

AS Roma gagal mendapatkan Granit Xhaka yang sejak awal jadi incaran di bursa transfer musim panas ini. Meski demikian, itu bukan penyesalan utama Roma.

Xhaka jadi salah satu pemain yang diinginkan Jose Mourinho untuk memperkuat skuad Roma. Giallorossi saat itu menawarkan biaya sebesar 15 juta euro kepada Arsenal untuk mendapatkan gelandang internasional Swiss itu.

Kabar yang sempat beredar menyebut bahwa Xhaka sudah mencapai kesepakatan pribadi dengan Roma. Namun, Arsenal tidak berniat untuk menjualnya dan gelandang berusia 28 tahun itu pada akhirnya bertahan di London Utara. Sementara Roma menutup bursa tanpa mendatangkan gelandang baru.

Kegagalan transfer Xhaka diakui Direktur Roma Tiago Pinto menyisakan sedikit penyesalan. Meski demikian, itu bukan penyesalan terbesarnya di bursa transfer musim panas ini.

Roma masih menyisakan persoalan tentang pemain-pemain yang 'tak diinginkan'. Sejumlah pemain seperti Federico Fazio, Steven Nzonzi, dan Davide Santon tidak masuk rencana Jose Mourinho, tapi menolak untuk meninggalkan Roma.

"Ini bukan soal anggaran, semua orang tahu kami tertarik kepada Granit Xhaka. Tapi negosiasi tidak bisa dilanjutkan dan kami harus fokus ke apa yang lebih mendesak untuk tim ini," ujar Tiago Pinto dalam konferensi pers seperti dilansir Football Italia.

"Xhaka ingin ke Roma, Arsenal tidak punya niat untuk menjual pada saat itu, jadi itu adalah sebuah penyesalan."

"Tapi penyesalan yang sebenarnya dalam situasi ini adalah dengan pemain-pemain yang tak diinginkan ini, karena kami benar-benar bekerja keras dengan Morgan (De Sanctis) dan yang lain untuk memberikan tawaran yang layak dan pantas untuk pemain yang terlibat," katanya.

(nds/mrp)