Juventus Rugi Rp 3,5 Triliun, Masih Ngotot Bentuk Super League

Adhi Prasetya - Sepakbola
Sabtu, 18 Sep 2021 06:05 WIB
TURIN, ITALY - APRIL 03: The Juventus logo is seen on a stand prior to the UEFA Champions League Quarter Final Leg One match between Juventus and Real Madrid at Allianz Stadium on April 3, 2018 in Turin, Italy.  (Photo by Emilio Andreoli/Getty Images)
Kerugian yang dialami Juventus dipengaruhi pandemi COVID-19 selama 1,5 tahun terakhir. Foto: Emilio Andreoli/Getty Images
Turin -

Juventus mengalami kerugian finansial dalam setahun terakhir. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya meningkat 134 persen dibanding tahun lalu.

Laporan tersebut diumumkan di situs resmi Juventus, Jumat (17/9/2021). Selama setahun pembukuan, yakni 1 Juli 2020 - 30 Juni 2021, Juventus mengalami kerugian sebesar 209,9 juta Euro, atau sekitar Rp 3,5 triliun. Perhitungan kerugian lebih rinci bisa dilihat di sini.

Pada pembukuan setahun sebelumnya, Juventus telah mengalami kerugian sebesar 89,7 juta Euro. Artinya, kerugian Juventus bertambah sebesar 120,2 juta Euro, atau sebesar 134 persen. Ini menjadi kerugian yang keempat secara beruntun bagi Juventus.

Sky Sport Italia mencatat pada periode 2017/18, Bianconeri mengalami kerugian sebesar 19,2 juta Euro, disusul minus 39,9 juta Euro di periode 2018/19. Jika ditotal dengan dua musim terakhir, maka Juventus sudah mengalami kerugian sebesar 359,7 juta Euro selama 4 tahun terakhir.

Melonjaknya kerugian Juventus tak lepas dari pandemi COVID-19 yang berlangsung selama 1,5 tahun terakhir. Pemasukan dari berbagai sektor seperti tiket pertandingan hingga merchandise pun kena imbasnya.

Manajemen Juventus juga memprediksi bahwa Juventus akan kembali mengalami kerugian dalam setahun ke depan, mengingat situasi pandemi belum 100 persen bisa diatasi. Selain itu, direksi telah setuju dengan penambahan modal maksimal sebesar 400 juta Euro kepada klub.

Salah satu yang juga disorot dalam laporan ini adalah pembahasan Juventus mengenai European Super League. Diketahui, Juventus bersama Real Madrid dan Barcelona menjadi tiga pihak tersisa yang masih ngotot membentuk liga elite tersebut.

Bianconeri menulis belum bisa memastikan seperti apa perkembangan situasi terkait Super League ke depannya, namun mereka "masih yakin" dengan pembentukan kompetisi tersebut.

(adp/bay)