Di Serie A, Inter Milan Jadi Klub Paling Rugi

Yanu Arifin - Sepakbola
Jumat, 01 Okt 2021 10:35 WIB
MILAN, ITALY - SEPTEMBER 15: Edin Dzeko of FC Internazionale shows his dejection at the end of the UEFA Champions League group D match between Inter and Real Madrid at Giuseppe Meazza Stadium on September 15, 2021 in Milan, Italy. (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)
Foto: Getty Images/Marco Luzzani
Milan -

Inter Milan boleh saja menjadi juara Liga Italia 2020/2021. Namun, Nerazzurri juga mencatat kerugian finansial paling besar ketimbang klub Serie A lainnya.

Inter bisa mematahkan dominasi Juventus musim lalu. Raksasa Kota Mode itu finis pertama di bawah arahan pelatih Antonio Conte.

Meski begitu, capaian Inter diraih dalam situasi kurang menguntungkan karena pandemi virus corona. Dan hal itu berimbas pada keuangan klub.

Dalam pernyataan di situs resminya, Inter mengalami kerugian sebesar 245,6 juta Euro untuk tahun keuangan 2020/2021. Jumlah itu menjadi yang terbesar di Serie A.

Dilansir ESPN, kerugian Inter jauh lebih besar dari Juventus. Sebelumnya, Bianconeri mengumumkan kerugian mencapai 210 juta Euro.

Inter sendiri punya pendapatan 364,7 juta Euro. Namun, kerugian yang besar memaksa Si Ular Besar mengencangkan ikat pinggangnya.

"Klub dengan cepat memulai kebijakan penyeimbangan kembali dengan dua tujuan utama: Untuk memastikan stabilitas keuangan dan untuk mempertahankan tim yang kompetitif di lapangan," jelas pernyataan Inter.

Langkah Inter sempat disorot, karena terpaksa berpisah dengan pelatih Antonio Conte, dan menjual Romelu Lukaku ke Chelea. Keduanya merupakan sosok utama dalam hadirnya gelar Scudetto di Giuseppe Meazza.

Sebaliknya, nama-nama baru yang murah direkrut. Seperti Hakan Calhanoglu dan Edin Dzeko yang bebas transfer, dan merekrut pelatih Simone Inzaghi.

Saat ini, Inter bertengger di peringkat tiga klasemen Liga Italia dengan 14 poin, terpaut empat angka dari Napoli. Sementara di Liga Champions, Inter masih berada di peringkat tiga Grup D dengan satu poin.

(yna/pur)