ADVERTISEMENT

Genoa Vs AC Milan: Laga Emosional Shevchenko

Randy Prasatya - Sepakbola
Senin, 29 Nov 2021 18:15 WIB
UDINE, ITALY - NOVEMBER 28: Andriy Shevchenko head coach of Genoa CFC looks on during the Serie A match between Udinese Calcio and Genoa CFC at Dacia Arena on November 28, 2021 in Udine, Italy. (Photo by Alessandro Sabattini/Getty Images)
Andriy Shevchenko akan melawan mantan klub. (Foto: Getty Images/Alessandro Sabattini)
Jakarta -

Genoa menjamu AC Milan pada tengah pekan ini dalam lanjutan Liga Italia. Duel ini bakal sangat emosional untuk Andriy Shevchenko.

Shevchenko sudah menjalani dua lagi sebagai pelatih Genoa dengan hasil kekalahan dan imbang. Mantan juru taktik Timnas Ukraina itu selanjutnya harus menyiapkan tim melawan AC Milan di Luigi Ferraris, Kamis (2/12/2021) dini hari WIB.

AC Milan sangat berarti untuk Shevchenko karena membuat namanya meroket. Dia adalah salah satu stiker tajam selama di Milan dengan torehan 175 gol dari 322 laga di semua ajang.

MILAN, ITALY -  APRIL 12:  Andriy Shevchenko (R) of AC Milan celebrates with team-mate Alessandro Nesta after scoring during the UEFA Champions League quarter-final second leg between AC Milan and Inter Milan at the San Siro Stadium on April 12, 2005  in Milan, Italy. (Photo by Mike Hewitt/Getty Images)Andriy Shevchenko (kanan) merayakan gol bersama Alessandro Nesta saat masih menjadi pemain AC Milan. Foto: Mike Hewitt/Getty Images

Andriy Shevchenko juga berhasil menyabet penghargaan Ballon d'Or dengan kostum Milan. Trofi bergengsi juga mampu dirasakan seperti Scudetto, Coppa Italia, Liga Champions, Piala Super Italia, dan Piala Super Eropa.

"Saya tahu ... tapi saya perlu istirahat sebentar, dan saya akan memikirkannya mulai besok," kata Shevchenko kepada DAZN.

"Ini akan menjadi emosi yang luar biasa, tetapi sekarang saya sedang menikmati hasil imbang ini," pria berusia 45 tahun itu menegaskan.

Milan tak akan mudah ditaklukkan oleh Genoa. Terlebih, Rossoneri punya ambisi untuk menang setelah imbang dari Inter Milan serta dua kali kalah melawan Fiorentina dan Sassuolo.

Milan masih bercokol di posisi kedua klasemen Liga Italia meski mendapatkan rentetan hasi buruk. Salah satu pemicu Milan adalah kurangnya amunisi di lini depan setelah Samu Castillejo, Ante Rebic, dan Olivier Giroud cedera.

(ran/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT