ADVERTISEMENT

Inter Tertinggal dari Milan, tapi Masih Favorit Scudetto karena...

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Jumat, 29 Apr 2022 18:00 WIB
MILAN, ITALY - MARCH 04: Lautaro Martinez of FC Internazionale celebrates with teammates after scoring their teams third goal and his hat-trick during the Serie A match between FC Internazionale and US Salernitana at Stadio Giuseppe Meazza on March 04, 2022 in Milan, Italy. (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)
Inter Milan dianggap masih favorit Scudetto meski tertinggal dua poin dari AC Milan. (Foto: Getty Images/Marco Luzzani)
Milan -

Eks pelatih kenamaan Italia Fabio Capello meyakini, Inter Milan tetap favorit Scudetto. Inter memiliki lawan yang lebih mudah ketimbang AC Milan di sisa musim.

Nerazzurri gagal merebut kembali Capolista dari Milan setelah ditekuk Bologna 1-2 pada tengah pekan ini. Ivan Perisic memberi Inter keunggulan cepat usai menciptakan gol cepat di menit ketiga. Setelahnya Inter habis-habisan menyerang Rossoblu tapi malah kebobolan gol-gol dari Marko Arnautovic dan Nicola Sansone sehingga kalah.

Dengan kekalahan itu Inter menempati peringkat kedua klasemen sementara usai mengoleksi 72 poin, tertinggal dua poin dari Milan di puncak. Persaingan Scudetto semakin memanas di antara kedua klub karena kompetisi tinggal menyisakan empat pertandingan saja.

Di sisa musim, Inter Milan akan menghadapi tim-tim yang dengan peringkat sembilan besar dari bawah. Dimulai dengan laga tandang ke Udinese (1/5), lalu Empoli (6/5), Cagliari (16/5) dan mengakhiri dengan menjamu Sampdoria (22/5).

Sementara itu AC Milan mendapatkan empat pertandingan melawan tim-tim di 10 besar klasemen. Pada akhir pekan ini, Rossoneri akan menjamu Fiorentina, diikuti Verona, Atalanta, dan terakhir Sassuolo.

"Inter masih favoritnya, setidaknya melihat jadwal pertandingan sisa," ungkap Capello kepada La Gazzetto dello Sport. "Mereka lebih tangguh setelah mengalahkan Juventus sekarang mari kita lihat saja apa yang bisa mereka lakukan."

"Saya masih mendukung Inzaghi. Dia sedang dipertanyakan karena blunder seorang kipernya. Bologna memiliki komitmen yang tepat, tapi Inter menyerang selama 90 menit. Bologna memiliki satu setengah tembakan ke arah gawang dan memenangi pertandingan," sambung mantan allenatore Milan, Real Madrid, Juventus, dan timnas Inggris ini.

"Inter memainkan sepakbola yang bagus. Saya sering melihat mereka menekan saat menyerang. Mereka punya fase-fase yang berbeda; terkadang bertahan, terkadang menyerang dengan banyak pemain. Mereka toh memproduksi gol terbanyak dan paling sedikit kebobolan," Capello menyimpulkan.

(rin/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT