ADVERTISEMENT

3 Legenda AC Milan yang Jadi 'Pak Guru' buat Tomori

Putra Rusdi K - Sepakbola
Jumat, 03 Jun 2022 14:50 WIB
REGGIO NELLEMILIA, ITALY - MAY 22: Fikayo Tomori of AC Milan reacts during the Serie A match between US Sassuolo and AC Milan at Mapei Stadium - Citta del Tricolore on May 22, 2022 in Reggio nellEmilia, Italy. (Photo by Claudio Villa/AC Milan via Getty Images)
Fikayo Tomori belajar dari para legenda di AC Milan Foto: (AC Milan via Getty Images/Claudio Villa)
Milan -

Fikayo Tomori bisa bertemu dengan tiga legenda dari generasi berbeda di AC Milan. Mereka adalah Paolo Maldini, Franco Baresi, dan Zlatan Ibrahimovic.

Tomori pertama kali datang AC Milan pada Januari 2021 dengan status pinjaman dari Chelsea. Penampilan apiknya selama setengah musim bikin Rossoneri kepincut untuk mempermanenkannya.

Milan harus merogoh kocek 28 juta euro untuk mempermanenkan Tomori dari CHelsea pada musim panas tahun lalu. Ia kemudian bisa melanjutkan performa menawannya di jantung pertahanan Setan Merah Italia.

Pria kelahiran Kanada tersebut menutup musim ini dengan gemilang. Tomori membawa Milan menjadi juara Serie A untuk pertama kalinya sejak 2010/2021.Ia menjadi pilar utama di lini pertahanan Milan dengan mencatatkan 31 penampilan di Serie A.

Tomori menjalani karier yang begitu menyenangkan di Milan. Ia berkembang dengan sangat baik di tim besutan Stefano Pioli.

Salah satu hal yang bisa membantu hal tersebut adalah Tomori bisa belajar dari banyak legenda di Milan.

Tomori berjumpa dengan Paolo Maldini dan Franco Baresi yang merupakan petinggi Milan. Selain itu, Tomori juga bermain bersama Zlatan Ibrahimovic. Ketiga punya masa kejayaan masing-masing sebelumnya di Milan.

"Jelas saya berbicara dengan Paolo - dia ada di sana setiap hari. Dia tidak banyak bicara, dia menyerahkan itu kepada manajer. Namun, kadang-kadang kami mengobrol sedikit dan dia bertanya kepada saya bagaimana keadaannya dan berbicara kepada kami para bek secara kolektif," ungkap Fikayo Tomori dikutip dari Daily Mail.

"Saya ingat setelah pertandingan terakhir saya melihat Baresi yang agak keren. Bukan hanya pemain bertahan tetapi Anda melihat legenda yang berbeda lewat begitu saja. Setiap kali itu terjadi, Anda berpikir: "wah, ini gila."' Dan kemudian, tentu saja, ada Zlatan."

"Dia berusia 40 tahun. Kami memiliki tim yang bagus dan kami tahu kami memiliki tim yang sangat bagus, tetapi jika dia tidak ada dalam skuat, maka saat-saat tertentu - ketika kami kalah di babak pertama atau tidak bermain bagus - jika dia tidak ada di sana. , itu akan berbeda," menambahkan.

(pur/aff)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT