Dybala Rentan Cedera, Inter Tawarkan Kontrak Khusus Ini

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Jumat, 24 Jun 2022 11:20 WIB
TURIN, ITALY - MAY 16: Paulo Dybala of Juventus signs autographs to fans as he leaves the pitch after being replaced during the Italian Serie A football match between Juventus and Lazio at the Allianz Stadium in Turin, Italy on May 16, 2022. (Photo by Isabella Bonotto/Anadolu Agency via Getty Images)
Paulo Dybala ditawari kontrak khusus karena rentan cedera (Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)
Milan -

Negosiasi Paulo Dybala dengan Inter Milan kini mandek. Nerazzurri yang khawatir dengan kondisi Dybala pun memberikan tawaran baru. Seperti apa?

Sebelum musim 2021/2022 berakhir, Dybala memang sudah kencang diisukan akan pindah ke Inter. CEO Inter Beppe Marotta sudah bertemu Jorgen Antun selaku agen Dybala dan membicarakan kontrak.

Dybala bahkan sudah siap menerima gaji 7 juta euro plus bonus, seperti yang didapat sebelumnya di Juventus. Meski demikian, Dybala merasa lebih dihargai oleh manajemen Inter sehingga memilih pindah.

Tapi, pada perkembangannya, negosiasi Dybala seperti berjalan di tempat dan belum ada kata sepakat sama sekali hingga sebulan terakhir ini. Bahkan Inter lebih dulu menuntaskan proses peminjaman Romelu Lukaku dari Chelsea.

Lukaku dijadwalkan menjalani tes medis di Milan pekan depan sebelum diresmikan. Sementara Dybala justu dikabarkan mulai didekati klub lain seperti AC Milan dan AS Roma.

Pihak Dybala hingga saat ini tidak puas dengan penawaran Inter. Usut punya usut, Antun meminta komisi agen yang terlalu tinggi sehingga Inter tidak mau memenuhinya.

Dikutip Football Italia, Inter pun melontarkan alasan mengapa mereka masih mengulur-ulur negosiasi Dybala, karena tahu riwayat cederanya. Dybala musim lalu cuma bikin 39 penampilan, 29 di antaranya di Serie A dan membuat 15 gol serta enam assist.

Dalam dua musim terakhir, Dybala total melewatkan 37 pertandingan di seluruh kompetisi atau sama dengan semusim penuh Serie A. Inilah yang lantas dikhawatirkan Inter ketika sudah menggaji tinggi, tapi Dybala nantinya malah bolak-balik ruang perawatan.

Inter lantas membuat formula baru dalam kontrak Dybala dengan gaji pokok 5 juta euro (Rp 78 miliar) per tahun dengan bonus 1 juta euro jika dia mampu tampil 50 persen dari total pertandingan.

Ini bisa diartikan gaji Dybala bakal dibayar sesuai dengan jumlah pertandingannya. Selain itu, Inter juga meminta Antun menurunkan komisi agen karena kondisi keuangan klub belum pulih betul.

Jika Dybala menyetujui ini, maka dia gagal mendapatkan gaji 7 juta euro plus bonus seperti harapannya di awal. Tapi, Inter menyertakan klausul dalam rilis penjualan ke depannya.

Jadi gimana Paulo Dybala, setuju gak?

(mrp/nds)