ADVERTISEMENT

AS Roma Terlahir Kembali di Tangan Mourinho

Randy Prasatya - Sepakbola
Jumat, 05 Agu 2022 21:48 WIB
Romas Portuguese head coach Jose Mourinho celebrates with the trophy after his team won the UEFA Europa Conference League final football match between AS Roma and Feyenoord at the Air Albania Stadium in Tirana on May 25, 2022. (Photo by OZAN KOSE / AFP) (Photo by OZAN KOSE/AFP via Getty Images)
Jose Mourinho bikin AS Roma hidup lagi. (Foto: AFP via Getty Images/OZAN KOSE)
Jakarta -

Jose Mourinho sudah membangkitkan gairah di AS Roma. Juru taktik asal Portugal itu laksana bikin serigala yang sudah mati jadi terlahir kembali.

Mourinho baru satu musim di AS Roma. Laju Lorenzo Pellegrini dkk. sempat sip di awal musim 2021/2022, namun kemudian menurun seiring waktu.

Meski terseok-seok di Liga Italia dan cuma finis di posisi keenam, Roma tetap mengakhiri musim dengan gelar juara. Giallorossi berhasil menjadi kampiun di UEFA Conference League setelah mengalahkan Feyenoord di final.

Gelar tersebut memang kerap dianggap tak bergengsi karena cuma ajang level tiga di Eropa. Namun, gelar juara tetaplah penting bagi pemenang karena didapat dengan susah payah.

Keberhasilan Roma itu juga membuat fans bersorak. Trofi itu menjadi yang pertama buat pasukan Serigala Ibu Kota setelah terakhir kali merasakan juara pada Coppa Italia 2007/2008.

Karl-Heinz Rummenigge selaku legenda sepakbola Jerman menilai Mourinho sudah membuat Roma terlahir kembali. Roma juga dianggap sudah siap untuk menatap musim baru.

"Roma telah dilahirkan kembali sebagai klub penting. Untuk waktu yang cukup lama mereka tidak memenangkan apapun, maka berkat dia Roma berhasil, bukan Liga Champions tetapi kejuaraan yang kurang penting, bagaimanapun mereka menang," kata Rummenigge kepada La Gazzetta dello Sport.

Roma pada bursa transfer musim panas tahun ini sudah mendapatkan Nemanja Matic dan Paulo Dyala. Dalam waktu dekat juga akan meresmikan Georginio Wijnaldum sebagai pemain anyar.

"Mourinho telah melakukannya dengan baik di masa lalu, dia adalah pria dengan citra hebat, dan bagi saya tampaknya juga siap untuk masa depan, mengingat rekrutan penting," sambungnya.

"Roma memimpikan sesuatu yang lebih, tetapi saya tidak berpikir bisa memenangkan Scudetto, menurut saya Inter mulai sebagai favorit terkuat," tegas mantan pemain Bayern Munich dan Inter Miln itu.

(ran/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT