Cerita Milan Hampir Rekrut Rangnick untuk Gantikan Pioli

ADVERTISEMENT

Cerita Milan Hampir Rekrut Rangnick untuk Gantikan Pioli

Adhi Prasetya - Sepakbola
Selasa, 30 Agu 2022 13:40 WIB
COPENHAGEN, DENMARK - JUNE 13: Ralf Rangnick the head coach / manager of Austria during the UEFA Nations League League A Group 1 match between Denmark and Austria at Parken Stadium on June 13, 2022 in Copenhagen, Denmark. (Photo by Robbie Jay Barratt - AMA/Getty Images)
Rangnick kini melatih Timnas Austria. Foto: Getty Images/Robbie Jay Barratt - AMA
Jakarta -

AC Milan pernah berencana mengganti Stefano Pioli dengan Ralf Rangnick dua tahun silam. Pada akhirnya, hal itu urung dilakukan dan justru berakhir bagus untuk Rossoneri.

Selepas memecat Marco Giampaolo pada Oktober 2019 karena hasil buruk di tujuh laga awal Serie A, Milan menunjuk Pioli sebagai pengganti hingga akhir musim. Upaya pelatih 56 tahun itu untuk membawa Milan bangkit pun tak langsung berjalan mulus.

Belum tiga bulan menjabat, Pioli sudah menderita kekalahan dari Juventus, Lazio, dan AS Roma. Namun yang parah adalah kekalahan 0-5 dari Atalanta pada Desember 2019. Sorotan tajam pun diberikan kepada Pioli. Ia dinilai tak akan bertahan lama.

Seiring pergantian tahun, performa Milan membaik. Apalagi mereka merekrut sejumlah nama yang belakangan terbukti menjadi amunisi berharga bagi tim, seperti Zlatan Ibrahimovic, Simon Kjaer, dan Alexis Saelemaekers.

Namun semua itu belum memuaskan CEO AC Milan, Ivan Gazidis. Ia rupanya berencana merekrut Ralf Rangnick untuk menggantikan Pioli di akhir musim. Bahkan juru taktik asal Jerman itu juga nantinya akan mendepak Paolo Maldini dari jabatan direktur teknik.

Namun pandemi COVID-19 yang merebak pada awal Maret turut 'membantu' mengubah situasi. Serie A ditunda hingga tiga bulan lamanya. Ketika liga kembali digulirkan, performa Gianluigi Donnarumma dkk berubah drastis.

Milan tak terkalahkan di 12 pekan terakhir, bahkan meraih kemenangan atas Juventus, Roma, Lazio, Napoli, dan Atalanta yang sebelumnya menghajar mereka. Rossoneri pun finis keenam dan mengunci tiket ke Liga Europa musim berikutnya.

Capaian fantastis itu membuat Maldini dipertahankan di posisinya. Kontrak Pioli pun diperpanjang hingga 2022. Rangnick batal pindah ke Milan.

Keputusan AC Milan untuk mempertahankan Pioli saat itu pun terbukti tepat. Kerja samanya dengan Maldini dalam membangun tim membawa Milan kembali ke papan atas dalam dua musim terakhir. Puncaknya yakni menjadi juara Liga Italia musim lalu, gelar liga pertama dalam 11 tahun.

AC Milan's Alessio Romagnoli players holds up the trophy as he celebrates with teammates after winning the Italian Serie A title at the end of a match against Sassuolo, at the Citta del Tricolore stadium, in Reggio Emilia, Italy, Sunday, May 22, 2022. (AP Photo/Antonio Calanni)Milan kembali menjadi juara Liga Italia di bawah arahan Pioli. Foto: (AP)

Kontrak Pioli diperpanjang sampai 2023, dan Maldini pun masih dipertahankan hingga kini. Masa depan Rossoneri kian cerah setelah RedBird Capital hadir untuk mengakuisisi klub. Rencananya bulan depan proses itu akan rampung.

Gazidis baru-baru ini bicara soal isu mendatangkan Rangnick. Saat itu, ia hanya meminta Pioli menunjukkan kinerjanya sebaik mungkin. Jika bagus, maka ia akan dipertahankan, dan nyatanya itulah yang terjadi.

"Pioli punya pemahaman bagus soal sepakbola modern. Ia juga paham kualitas pemain, fokus dalam bekerja, dan tak pernah mengeluh atau menimbulkan kontroversi," ujar Gazidis kepada La Repubblica, dikutip Football Italia.

"Saya bilang ke Pioli saat itu. 'Akan ada ribuan rumor dan spekulasi, tapi yang terjadi di akhir musim tergantung dengan kinerjamu.' Pioli mendengarkan ucapan saya, hasil bagus kemudian datang dan perpanjangan kontraknya datang secara alami,' jelas Gazidis.

Rangnick saat ini menangani Timnas Austria setelah hanya membawa Manchester United finis keenam di Liga Inggris musim lalu. Posisinya kemudian digantikan Erik ten Hag.

(adp/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT