Latihan Juve Gimana sih, De Ligt & Kulusevski kok Kaget di Klub Baru?

ADVERTISEMENT

Latihan Juve Gimana sih, De Ligt & Kulusevski kok Kaget di Klub Baru?

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Selasa, 27 Sep 2022 22:29 WIB
TURIN, ITALY - JANUARY 06: Matthijs De Ligt of Juventus reacts as team mate Dejan Kulusevski looks on during the Serie A match between Juventus and SSC Napoli at Allianz Stadium on January 06, 2022 in Turin, Italy. (Photo by Jonathan Moscrop/Getty Images)
Dejan Kulusevski dan Matthijs De Ligt sama-sama meninggalkan Juventus (Foto: Getty Images/Jonathan Moscrop)
Jakarta -

Matthijs De Ligt dan Dejan Kulusevski kompak mengklaim latihan di klub barunya lebih berat. Pertanyaan pun muncul soal metode latihan di Juventus.

De Ligt lebih dulu berkomentar soal beratnya latihan di Bayern Munich. Bek internasional Belanda itu meninggalkan Juventus dan gabung Bayern pada musim panas lalu.

"Sesi latihan kedua klub berat, tapi di Italia, lebih ke taktik dan sistem, kurang intensitas, dan terutama tidak banyak sprint," ucap De Ligt beberapa waktu lalu.

Pelatih Bayern Julian Nagelsmann sampai heran dengan pernyataan De Ligt yang menyebut sesi latihan di Munich adalah yang paling berat untuknya dalam empat tahun terakhir.

"Saya berbicara dengannya setelah latihan dan dia mengatakan sesi itu adalah yang paling berat dalam empat tahun. Itu memang berat, tapi itu tidak berat sekali. Biasa saja untuk Dr. Broich (Kepala Fitnes Bayern)," ucap Nagelsmann.

Belum lama ini, Dejan Kulusevski yang meninggalkan Juventus pada Januari lalu untuk gabung Tottenham Hotspur itu juga memuji metode latihan di klub barunya. Dia bekerja lebih keras di Inggris.

"Kami kerja keras setiap hari, lebih dari ketika di Italia. Saya suka bagaimana kami bekerja di London. Tentu saja berkat pelatih. Saya sangat senang bermain untuknya," ucap Kulusevski soal Antonio Conte.

"Di Tottenham, kami lebih sering bekerja di gym dan hasilnya terlihat. Dunia saya sudah berubah."

Pernyataan De Ligt dan Kulusevski yang senada itu menimbulkan pertanyaan soal metode latihan dan cara Allegri mengelola para pemainnya di Juventus. Apalagi Juventus musim ini dapat hasil yang tak memuaskan.

Allegri disorot tajam setelah Juventus hanya menang dua kali dalam sembilan pertandingan di semua kompetisi sejauh ini. Bianconeri sudah kalah tiga kali, dua di antaranya di Liga Champions.

Terakhir, Juventus dikalahkan tim promosi Monza di Serie A. Dusan Vlahovic dkk. akan segera kembali melanjutkan musim usai jeda internasional dengan menjamu Bologna pada Senin (3/10/2022) dini hari WIB.

(nds/raw)

ADVERTISEMENT