Mata-mata Inter Buka Suara

Mata-mata Inter Buka Suara

- Sepakbola
Selasa, 03 Okt 2006 12:59 WIB
Milan - Inter Milan terancam mendapat sanksi. Hal ini menyusul pengakuan mantan Ketua Keamanan Telecom Italia Giuliano Tavaroli yang mengklaim kliennya menjadi mata-mata Inter.Pemilik Inter Massimo Morratti sebelumnya telah membantah tuduhan serius bahwa mereka telah memata--matai wasit. Namun perlahan-lahan tuduhan tersebut mulai terkuak setelah Tavaroli mengungkapkan bahwa kliennya telah mengawasi wasit Massimo De Santis.Tavaroli juga menambahkan bahwa aktifitas mata-mata tersebut dilakukan diantara tahun 2002 hingga awal 2003. Pihak I Nerazzurri menyewa orang untuk mengawasi wasit Italia karena kecurigaan akan hubungan antara De Santis dan Moggi.Saat ini De Santis sedang menjalani hukuman selama lima tahun karena keterlibatannya atas skandal pengaturan poin. Wasit Italia ini menjadi aktor utama bersama General Manager Juve Luciano Moggi dalam skandal tersebut. Jika terbukti bersalah mengawasi De Santis, Inter kemungkinan bisa mendapatkan sanksi dari Federasi Sepakbola Italia (FIGC). Namun pendapat yang berbeda juga datang dari Mario Stagliano, mantan wakil penyelidik match-fixing FIGC."Inter tidak akan mengalami kerugian apapun. Mereka tidak memiliki risiko. Meskipun Inter melanggar hukum, mungkin hukuman maksimal yang diberikan hanya denda," ungkap Stagliano seperti dilansir AFP.Sementara Tavaroli, Kepala Sekurity Telecom Italia yang menjabat posisi hingga Mei 2005, telah ditangkap pihak kepolisian pada bulan lalu karena memiliki hubungan dengan perusahan penyadap telepon.Sedangkan Telecom Italia saat ini menjadi tersangka atas tuduhan melakukan penyadapan terhadap ribuan telepon kliennya, termasuk diantaranya para selebritis dan juga pesepakbola top Italia. (key/key)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads