Memori Panaskan Olimpico
Selasa, 19 Des 2006 12:23 WIB
Roma - Banyak kenangan yang membumbui duel Lazio vs Inter Milan, Kamis (21/12/2006). Tetapi bukan hanya karena memori, saat ini kedua tim sangat ambisius mengincar kemenangan.Pelatih Inter Roberto Mancini memiliki kenangan yang sangat banyak di Lazio, klub yang dibelanya saat merebut scudetto tahun 2000 dan Piala Winners 1999 dan dua Coppa Italia (1998, 2000).Setelah pensiun sebagai pemain, Mancini diangkat sebagai pelatih Lazio tahun 2002, meninggalkan Fiorentina yang sempat ditanganinya semusim. Namun kemesraan dengan Lazio hanya berlangsung dua tahun. Inter berhasil menggodanya untuk pindah pada 2004, meski prosesnya sempat sampai ke meja hijau.Namun Mancini tidak sendirian. Strikernya Hernan Crespo juga punya pengalaman spesial saat membela Lazio. Pemain Argentina itu sempat membuat nangis fans Inter pada Mei 2002. Di pertandingan terakhir Seri A, Inter dipaksa menelan kekalahan 2-4 sehingga gelar juara jatuh ke tangan Juventus.Saat ini Inter unggul tujuh poin di puncak klasemen sementara Seri A. Namun kemenangan tetap jadi harga mati, demi melanjutkan momentum rekor sembilan kemenangan beruntun di Seri A.Tetapi Lazio sama dahaganya. Tim yang kini ditangani Delio Rossi itu hanya terpaut satu poin dari zona Liga Champions. Padahal Lazio mengawali kompetisi dengan hukuman minus tiga angka karena kasus Calciopoli. Jika mendapat tambahan angka, sementara Catania yang di atasnya kalah, maka Massimo Oddo cs akan naik ke urutan empat.Kemenangan 3-0 atas rival sekota AS Roma di pekan sebelumnya, menunjukkan potensi besar yang dimiliki Lazio untuk menghentikan Inter. Apalagi lawan memang tidak pernah menang di Olimpico dalam dua tahun terakhir. Tahun 2005, kedua tim dua kali bermain imbang 1-1 dan 0-0. Namun pada pertemuan terakhir, Inter unggul 3-1 saat bermain di Giuseppe Meazza. (lom/mel)











































