McClaren: Italia Harus Belajar Dari Inggris
Minggu, 04 Feb 2007 12:19 WIB
London - Kekerasan maupun kerusuhan di Sepakbola Italia bukanlah satu dua kali terjadi. Menurut manajer timnas Inggris, Steve McClaren, jika mau berbenah Italia harus mencontoh kompetisi Inggris. Kerusuhan suporter di Sisilia yang menewaskan seorang aparat polisi kembali membuka mata dunia dengan problem kekerasan yang seperti tak pernah absen mewarnai sepakbola. Bagi Italia sendiri ini bukan kasus kekerasan pertama yang terjadi. Memprihatinkan kalau kemudian Italia bagaikan tidak pernah belajar dari kasus sebelumnya. Setidaknya untuk mereduksi kekerasan mereka bisa mencontek bagaimana negara lain memberikan solusi terhadap aksi kekerasan serupa."Mereka harus belajar banyak dari kompetisi sepakbola di Inggris, Premiership dan bagaimana perkembangannya dari waktu ke waktu," sahut McClaren seperti dilansir The Sun, Minggu (4/2/2007).Ya, Inggris memang pernah bergelut dengan hal serupa. Terkenal dengan hooligans-nya yang lekat dengan cap tukang buat onar, kompetisinya kini justru berjalan dengan cukup kondusif. Inggris sendiri belajar dari pengalaman pahitnya pada dekade 80-an. Saat itu klub Inggris yang berjaya di Eropa, Liverpool, terlibat dalam dua tragedi terbesar dalam sepakbola Eropa, Heysel tahun 1985 dan di Hillsborough tahun 1989. Tragedi pertama menewaskan masing-masing 39 pendukung Juventus sedang yang kedua menimbulkan 96 korban suporter The Reds. Setelah tragedi Heysel, semua klub Inggris diskors dari kompetisi Eropa selama lima tahun. Tragedi Hillsborough sendiri telah membuat standar baru terhadap faktor keamanan klub-klub Inggris. "Kini keamanan di banyak lapangan jadi nomor satu dan telah meningkat pesat. Walau kekerasan masih menghantui sepakbola, namun kini semuanya benar-benar dikontrol dengan baik," imbuh McClaren.McClaren berpendapat bahwa berkat keamanan yang terjamin, kompetisi Inggris bisa dinikmati oleh anak-anak dan keluarga. Bercermin dari keberhasilan negaranya, dia menghimbau agar Italia segera berbenah sebelum timbul korban lainnya di kemudian hari."Negara lain telah belajar dan setelah peristiwa tragis ini, sesuatu harus segera dilakukan di Italia," pungkas McClaren. (krs/krs)










































