Dalam beberapa musim terakhir, Napoli kerap merekrut pemain jebolan Premier League untuk memperkuat tim. Hal itu tak lepas dari status kasta tertinggi sepakbola Inggris tersebut sebagai liga terbaik di dunia saat ini.
Musim lalu, Napoli mendatangkan nama-nama seperti Scott McTominay (Manchester United), Romelu Lukaku (Chelsea), Billy Gilmour (Brighton & Hove Albion), dan Philip Billing (Bournemouth). Hasilnya sukses karena mereka keluar sebagai juara Serie A.
Musim ini, mereka kembali mendatangkan pemain dari Liga Inggris, yakni Kevin De Bruyne (Manchester City). Jack Grealish dan Darwin Nunez juga sempat masuk buruan meski akhirnya batal datang di Naples.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terbaru, Rasmus Hojlund juga segera bergabung dari MU. Ia telah tiba di Italia untuk menjalani tes medis sebelum diresmikan sebagai pemain baru Napoli.
Gabriele Oriali selaku koordinator olahraga Napoli menegaskan pihaknya memang menjadikan Inggris sebagai pasar utama untuk berburu pemain. Kualitas para pesepakbola yang berkiprah di sana bisa dibilang sudah teruji.
"Bagi saya, liga paling kompetitif di Eropa (saat ini) tetaplah Liga Inggris. Ketika Anda mendatangkan pemain dari sana, Anda memiliki jaminan yang penting," ujar Oriali kepada DAZN, dikutip Football Italia.
Hojlund dikejar Napoli usai Lukaku mengalami cedera dalam pramusim. Oriali menilai Lorenzo Lucca, striker lain yang juga baru datang dari Udinese musim panas ini, masih perlu waktu untuk nyetel dengan tim.
"Lukaku sangat penting bagi kami, seorang pemimpin di dalam dan luar lapangan. Sebuah acuan teknis dan karakter. Dia adalah figur penting di ruang ganti yang kehadirannya begitu terasa," Oriali melanjutkan.
"Di sisi lain, Lucca masih harus mempelajari konsep-konsep taktis tertentu. Tuntutan pelatih sangat tinggi, tetapi ia akan segera beradaptasi."
"Kami telah lebih matang dibandingkan tahun lalu, membawa sejumlah ide dan disiplin. Kami beruntung menemukan tim yang bersedia memberikan kontribusi meskipun menghadapi kesulitan musim lalu."
"Kami melatih sikap, tetapi Anda membutuhkan pemain yang siap berkorban. Tahun lalu, timlah yang menang, bukan individu. Penghargaan diberikan kepada mereka yang memahami bahwa dengan semangat yang tepat, Anda dapat mencapai tujuan-tujuan besar," jelas Oriali.
(adp/krs)