"Jujur, saya punya perasaan bahwa kengerian tragedi Heysel bisa terulang bila melihat apa yang terjadi di Italia akhir pekan kemarin," ungkap Ancelotti kepada media Bulgaria 168 Chasa seperti dilansir YahooSports, Sabtu (17/11/2007).
Tragedi Heysel adalah salah satu lembaran paling hitam dunia sepakbola. Pada 29 Mei 1985, 39 nyawa terkorbankan sia-sia setelah fans Juventus dan Liverpool terlibat keributan di dalam Stadion Heysel, Belgia, saat berlangsungnya final Piala Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah banyak berbicara dengan Gigi Maifredi (pelatih Juventus saat itu). Dia bilang bahwa dia belum bisa pulih dari horor Heysel," imbuh Ancelotti yang pada masa itu bermain di AS Roma.
Kepada para fans sepakbola, peracik strategi berusia 48 tahun itu berpesan, "Sepakbola hanyalah permainan. Sepakbola tidak seharusnya berubah menjadi persoalan hidup dan mati."Β (arp/arp)











































