Memulai karir profesional bersama Bari, talenta Cassano muda mulai terlihat dengan membuat enam gol dari 48 pertandingan di Seri A. Ketajamannya memikat AS Roma yang kemudian memboyongnya pada musim 2001.
Bersama klub ibukota tersebut, Cassano kembali mengilap dengan membuat 39 gol di Seri A dalam 118 penampilan. Kemampuannya kembali dilirik klub besar lainnya, Real Madrid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Musim ini Cassano kembali ke Italia, dengan berbaju Sampdoria yang meminjamnya dari El Real. Walau awalnya mengaku enggan dipinjamkan, dia kini sudah tampil mengesankan dengan membukukan lima gol dalam 11 partai. Terakhir dia memberikan inspirasi buat timnya ketika menundukkan Napoli 2-0 meski tidak mencetak gol.
Atas penampilannya yang kian menanjak, Cassano secara lugas mengaku kalau kaum hawa adalah hal yang telah jadi pemberi motivasi.
"Aku sebelumnya tidak ingin pindah ke Genoa (Sampdoria) karena diberitahu bahwa itu adalah kota mati. Namun aku menemukan bahwa penduduk lokal sangat ramah dan ada banyak wanita yang terlihat cantik. Faktor yang terakhir sangat fundamental buatku," jelas Cassano dilansir Goal, Senin (11/2/2008).
"Apa kami diijinkan didatangi wanita sesaat sebelum pertandingan? Well, Anda hanya harus mengaturnya. Anda menyiapkan kamar di atas lantas cepat-cepat bertemu dengan mereka."
Puas dengan situasi di Sampdoria, Cassano pun enggan kembali ke Madrid dan ingin menetap karena yakin tim yang dihuninya punya potensi besar. Dalam kontraknya saat ini, Blucerchiati memang memiliki opsi pembelian.
"Bagiku Scudetto dalam tiga atau empat tahun adalah hal yang memungkinkan. Aku bilang kepada presiden akan mengurangi gaji dan dengan sedikit usaha kami akan mencapai kesepakatan," tandas Cassano.
(krs/din)










































