Masuk ke Giuseppe Meazza pada tahun 2004, Mancio --sapaan Mancini-- langsung sukses membawakan sederet prestasi buat Nerazzuri yang saat itu begitu lapar tropi dan kesuksesan.
Dua Lo Scudetto musim 2005β06 dan 2006β07 --meski yang pertama adalah dampak dari skandal Calciopoli-- dipersembahkannya buat Inter, yang kali terakhir jadi jawara pada 1989-1999. Bukan hanya itu, Mancio juga mampu membawa Javier Zanetti cs juara Coppa Italia di musim 2004β05 dan 2005β06, sebuah prestasi yang tak pernah lagi dirasakan Inter semenjak 1981β82.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak pelak, kesuksesan yang kini direguk Inter tidak bisa dibantah banyak disebabkan oleh hasil polesan tangan dingin Mancio. Lalu kenapa dengan kontrak yang masih tersisa empat musim lagi dia malah memutuskan turun di pengujung musim?
Pria kelahiran 27 November 1964 itu memang sama sekali tak membeberkan alasannya, dan hanya melontarkan pengumuman mundur belaka. Tapi bukan tidak mungkin kalau Mancio sudah punya "proyek" baru nan menggiurkan di depan mata.
Dugaan itu muncul mengingat mantan pelatih Fiorentina dan Lazio tersebut menyatakan kalau keputusannya mengakhiri kontrak lebih dini tidak tergantung dari hasil pertandingan menghadapi Liverpool. Menang pun dia akan mundur. Kalau bukan karena kekalahan, apa mundur karena sudah ada tawaran menggiurkan?
Akan tetapi, bukan tidak mungkin pula dia memang lelah dengan ketidakmampuannya membawa Inter ke puncak tahta Eropa, meski begitu digdaya di Italia. Dipicu hal tersebut, dia merasa kalau episodenya di Inter sudah berakhir dan saatnya untuk memulai petualangan baru.
Masih terkait dengan kegagalan Inter di Eropa, Mancio mungkin merasa dialah orang yang paling bertanggung jawab, sehingga kegagalan kali ini harus dibayar dengan harga mahal: meletakkan jabatan.
Diakui oleh penyerang Inter Julio Cruz kalau timnya merasa begitu terpukul karena kenyataan yang kini terbentang sama sekali jauh dari angan-angan mereka. "Kami baru saja tersingkir dari Liga Champions dan itu adalah delusi besar bagi semua orang," ujar dia kepada International Herald Tribune, Rabu (12/3/2008).
Namun demikian, bagaimana kalau ternyata pengumuman mundur itu hanya didorong emosi sesaat pasca kekalahan? Juga bukan tidak mungkin. Apapun, belum ada penjelasan gamblang dari Mancio ataupun kubu Inter, sehingga publik saat in hanya bisa menduga-duga tentang alasan pengunduran dirinya.
Menurut Anda?
(krs/arp)











































