Pertandingan Inter vs Siena memasuki menit 78 saat wasit menghadiahi Nerazzurri hadiah penalti dala kedudukan 2-2. Entah apa yang mendorong Materazzi untuk dengan seenaknya menyerobot jatah eksekutor yang seharusnya menjadi milik Julio Cruz.
Peluang untuk menutup kompetisi Seri A jelas terbuka lebar dengan situasi seperti itu. Namun keegoisan Matrix harus dibayar mahal karena eksekusinya berhasil dihalau Alex Manninger.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya fans, Roberto Mancini dan Massimo Moratti yang kecewa berat dengan sikap Matrix. Skuad Inter yang merasa kesal dan marah dengan sikap sok pahlawan bek internasional Italia itu dikabarkan membentuk gank untuk mengucilkan bek tengah 34 tahun itu. Demikian diberitakan Il Messaggero seperti dikutip Goal.
Pemain Inter bahkan menyebut Materazzi sebagai pemain yang "selalu ingin" jadi pusat perhatian serta mencoba menjadi "sosok kunci" di antara skuad besutan Mancini. Sementara Cruz juga dikabarkan sempat berkonfrontasi dengan Materazzi, yang kemudian membuat sang bek melontarkan permintaan maaf.
"Saya minta maaf, saya seharusnya membiarkan Julio (Cruz) mengambilnya dan saya meminta maaf padanya," ungkap Matrix usai pertandingan.
Jika akhirnya Inter mampu memetik kemenangan atas Parma di pekan terakhir yang berarti memastikan mereka menjadi juara, insiden tersebut mungkin akan dilupakan fans, serta seluruh pemain Inter. Namun jika AS Rama yang justru kemudian menjadi Scudetto, entah bagaimana kelanjutan nasib Matrix di San Siro. (din/key)











































