Sebelum Roberto Mancini menangani "La Beneamata", Simoni adalah pelatih yang paling nyaris membawa gelar Seri A ke Giuseppe Meazza di bawah periode kepemimpinan Massimo Moratti. Sayang saat itu, tahun 1998, Inter kehilangan gelar yang digondol Juventus dengan kontroversial.
Saat ini Inter sedang diambang meraih gelar untuk kali ketiga, namun mereka kian ditempel AS Roma yang kini hanya berjarak satu angka. Laga terakhir Seri A akhir pekan ini pun akan jadi penentu titel juara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, Inter bisa memastikan titel lebih segera karena pada bulan Februari lalu sudah bisa unggul 11 angka. Namun mereka banyak terpeleset di beberapa laga, pada pekan 37 kontra Siena, misalnya. Fenomena ini, analisa Simoni, bukan hal baru buat Inter.
"Itu sudah terjadi beberapa kali. Kepanikan melanda dan itu menyelubungi klub, dari tim sampai pendukung, yang menyadari kalau pihaknya sedang kesulitan."
"Apapun juga, pekerjaan praktis sudah selesai sekarang. Parma (lawan Inter di pekan terakhir) harus dihormati, tapi bahkan skuad Inter yang bermain dengan kemampuan 60 persen seharusnya tetap bisa memenangi pertandingan itu. Mereka hanya harus rileks dan sadar kalau mereka jelas-jelas lebih kuat," tandas Simoni mendukung bekas timnya.
Simoni menangani Inter dari tahun 1997 sebelum akhirnya dipecat pada tahun 1999. Saat ini dia tengah membesut Lucchese, tim seri C1 Italia.
Di pekan terakhir Seri A, Inter akan dijamu Parma sementara Roma melawat ke Stadio Angelo Massimino markas Catania.
(krs/krs)











































