Dijamu Fiorentina di Artemio Franchi, Juve unggul terlebih dulu lewat gol Pavel Nedved enam menit menjelang jeda. Di babak kedua, "La Viola" harus bermain dengan sepuluh pemain saat pertandingan tersisa enam menit lagi.
Dengan situasi itu, kemenangan pun bak sudah ada di genggaman si "Nyonya Tua". Apa lacur, Alberto Gilardino ternyata malah mencuri gol di menit-menit akhir untuk memaksakan hasil imbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ranieri sendiri sebenarnya membuat satu pergantian pemain yang mengundang pertanyaan. Setelah Fiorentina minus satu pemain dan Juve tengah unggul, dia malah memasukkan penyerang Vincenzo Iaquinta untuk menggantikan gelandang Mauro Camoranesi. Semenit kemudian lawan menyamakan skor.
"Camoranesi minta keluar karena dia ada masalah betis, jadi saya memasukkan Iaquinta untuk 'mengatakan' kepada skuad bahwa punya kekuatan untuk menuntaskan pekerjaan. Gol Gilardino merusak seluruh rencana kami," kilah Ranieri.
Meski mengaku tak senang atas hasil imbang, Ranieri masih tetap puas dengan hasil tersebut karena tampil tanpa sejumlah pemain andalan seperti Momo Sissoko, Cristiano Zanetti, Marco Marchionni, Giorgio Chiellini dan David Trezeguet.
"Saya bisa nyenyak tidur karena saya tahu sudah merekrut beberapa pemain baru yang masih harus beradaptasi dan belajar bagaimana pendekatan tim kepada permainan. Kami kehilangan beberapa tulang punggung lini tengah di skuad, tapi itu tidak terlihat, jadi saya puas dengan pekerjaan yang dilakukan," tutup dia.
(krs/arp)











































