Klinsmann Mulai Akrabi Kritikan

Klinsmann Mulai Akrabi Kritikan

- Sepakbola
Rabu, 13 Okt 2004 22:37 WIB
Jakarta - Melatih tim besar pasti sering dapat sorotan. Pelatih Jerman Juergen Klinsmann mulai harus membiasakan diri dengan setiap kritikan yang ditimpakan kepadanya.Menggantikan Rudi Voeller usai Euro 2004, Klinsmann baru tiga kali memimpin Tim Panser dan hasilnya pun cukup positif. Michael Ballack cs berhasil menekuk Austria 3-1 dan Iran 2-0 serta bermain sama kuat 1-1 dengan juara dunia Brasil.Namun belakangan ini topik tentang Klinsmann bukanlah seputar pertandingan melainkan kebijakan-kebijakannya yang oleh sebagian orang dianggap kontroversial. Pertama, misalnya, ia diminta lebih sering berada di Jerman ketimbang tetap berada di rumahnya di California, Amerika Serikat.Soal ini Klinsmann dengan enteng menjawabnya. "Itu sebabnya saya punya staf. Merekalah yang bertugas mengawasi dan mengikuti secara langsung perkembangan yang terjadi di sana," tukas eks penyerang jempolan di era 90-an itu.Kritikan kedua datang setelah Klinsmann memutuskan memindahkan kamp latihan timnas Jerman untuk Piala Dunia 2006 dari Leverkusen. Menanggapi hal tersebut sekali lagi ia memberikan penjelasan yang singkat tapi padat. Katanya, pelatih Bayern Munich Felix Magath pun melakukan hal serupa, tapi orang tak pernah memusingkannya."Heran, apa-apa yang kami buat selalu dikritik, sementara tak seorangpun berpikir dua kali tentang hal yang sama yang dibuat klub-klub," ujarnya kepada harian Die Welt, Rabu (13/10/2004). "... Dengan tim nasional semua orang merasa mereka harus berkomentar. Saya rasa saya harus hidup dengan hal ini."Kecaman terakhir menghampiri Klinsmann usai memecat pelatih kiper berpengalaman, Sepp Maier, setelah kiper handal Jerman di era 70-an itu perang mulut dengan Jens Lehmann dan jelas-jelas mendukung Oliver Kahn sebagai orang nomor satu di bawah mistar gawang Jerman.Keputusan tersebut mengundang reaksi pedas dari orang-orang yang justru pernah bekerja sama dengan Klinsmann, seperti eks kapten Lothar Matthaues dan dua petinggi Bayern Munich, Franz Beckenbauer dan Uli Hoeness, sementara Klinsmann pernah memperkuat klub Bavaria itu.Matthaeus bahkan sampai mencap bekas teman setimnya itu sebagai "pembunuh berdarah dingin". Tapi Klinsmann tak berminat menimpalinya. "Takkan ada komentar apapun dari saya mengenai hal itu," kata pria berusia 40 tahun itu."Kritikan boleh datang dari siapa saja, itu toh hak mereka. Tapi mereka juga mesti ingat bahwa kami sedang berusaha mencapai tujuan meraih sukses di Piala Dunia 2006," tegas mantan pemain Stuttgart, Inter Milan, AS Monaco, Tottenham Hotspur, dan Bayern Munich itu. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads