sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 29 Des 2020 17:25 WIB

Mario Goetze Menyesal Pernah Tinggalkan Dortmund-nya Klopp

Bayu Baskoro - detikSport
EINDHOVEN, NETHERLANDS - OCTOBER 16: Mario Goetze (or Gotze ) of PSV warms up during his training session at Sportcomplex de Herdgang on October 16, 2020 in Eindhoven, Netherlands. (Photo by Dean Mouhtaropoulos/Getty Images) Mario Goetze menyesal tidak lebih lama bertahan di Dortmund asuhan Juergen Klopp. (Foto: Getty Images/Dean Mouhtaropoulos)
Dortmund -

Mario Goetze memiliki satu penyesalan dalam karier sepakbolanya. Dia mengaku menyesal pernah meninggalkan Borussia Dortmund asuhan Juergen Klopp.

Goetze mencuat dari pemain akademi ke tim utama Dortmund pada 2009 di usia 17 tahun. Bakatnya dipoles oleh pelatih Die Borussen saat itu, Klopp.

Tidak butuh waktu lama untuk Goetze menampilkan performa terbaiknya bersama Dortmund. Dia menjadi pilar penting kesuksesan timnya meraih trofi Liga Jerman 2010/2011, dengan tampil sebanyak 33 kali dan menyumbangkan enam gol serta 15 assist.

Mario Goetze saat masih dilatih Juergen Klopp di Borussia Dortmund.Mario Goetze saat masih dilatih Juergen Klopp di Borussia Dortmund. (Foto: Twitter @Squawka)

Satu musim berikutnya, Mario Goetze kembali bersinar di bawah asuhan Klopp dan mengantarkan Dortmund meraih double Bundesliga dan Piala Jerman. Pemain kelahiran 1992 itu kemudian menerima pinangan Bayern Munich di tahun 2013.

Selama tiga tahun pengabdiannya di Bayern, Goetze dianggap gagal memenuhi ekspektasi. Dia kerap memulai pertandingan dari bangku cadangan dan beberapa kali tidak dilibatkan dalam laga-laga krusial Die Roten, yang kala itu ditangani Josep Guardiola.

Alhasil, Goetze dilepas Bayern pada 2016 dan kembali bermain di Dortmund. Pemain 28 tahun itu gagal mengulangi performa terbaiknya selama periode keduanya di Signal Iduna Park, hingga akhirnya dia dijual ke PSV Eindhoven pada Oktober 2020.

Baru-baru ini, Goetze mengungkapkan penyesalannya tidak menghabiskan waktu lebih lama bersama Klopp dan meninggalkan Dortmund pada 2013. Dalam pandangannya, juru taktik yang kini menjadi manajer Liverpool itu adalah sosok penting yang membuat dirinya bersinar di dunia sepakbola.

"Kalau dipikir-pikir sih, saya seharusnya tinggal lebih lama dengan Klopp. Namun, jelas bukan kesalahan untuk pergi ke Bayern," kata Mario Goetze kepada Algemeen Dagblad, seperti dikutip Daily Mail.

"Saya melihat dia [Klopp] sebagai salah satu orang terpenting dalam hidup saya. Ada hubungan kepercayaan di antara kami," ujarnya.

(bay/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com