Status Palsu Pelatih Bola Jerman, Ngaku Sudah Divaksin eh Ternyata...

Kris Fathoni W - Sepakbola
Kamis, 27 Jan 2022 13:28 WIB
BREMEN, GERMANY - OCTOBER 30: Markus Anfang, hea coach of Bremen looks on prior to the Second Bundesliga match between SV Werder Bremen and FC St. Pauli at Wohninvest Weserstadion on October 30, 2021 in Bremen, Germany. (Photo by Stuart Franklin/Getty Images)
Markus Anfang, pelatih bola Jerman yang tersandung skandal pemalsuan status sertifikat COVID-19. Foto: Getty Images/Stuart Franklin
Jakarta -

Pelatih sepakbola di Jerman, yang sempat melatih Werder Bremen, tersandung kasus sertifikat vaksinasi COVID-19. Ia memalsukan statusnya, yang ternyata belum divaksinasi.

Markus Anfang cuma seumur jagung menangani Werder Bremen. Baru ditunjuk pada Juni 2021, Anfang sudah terpaksa mundur dari posisinya pada bulan November tahun yang sama lantaran skandal pemalsuan sertifikat vaksinasi COVID-19. Saat itu, pada 20 November 2021, Anfang mundur setelah membantah menggunakan bukti palsu dalam pembuktian dirinya sudah mendapatkan vaksinasi COVID-19 sebagaimana diungkap oleh Werder Bremen.

Seperti dilansir RT.com, pada bulan Januari 2022 ini pengadilan olahraga Federasi Sepakbola Jerman (DFB) akhirnya menjatuhkan hukuman berupa larangan buat Anfang untuk beraktivitas secara profesional. Hukuman itu mesti dijalaninya selama satu tahun, terhitung mulai 20 November 2021.

Selain hukuman skorsing tersebut, pelatih berusia 47 tahun itu juga diwajibkan membayar denda sebesar 20 ribu euro atau sekitar Rp 323 juta karena sudah memalsukan statusnya dalam sertifikat vaksinasi COVID-19.

Disebutkan pula bahwa Florian Junge, mantan asistennya, juga mendapat sanksi skorsing selama 10 bulan plus denda 3 ribu euro (Rp 48 juta).

"Lewat tindakannya, Markus Anfang dan Florian Junge secara signifikan sudah melanggar fungsi panutan sebagai seorang pelatih," kata Hans E Lorenz selaku chairman pengadilan olahraga DFB.

"Di sisi lain, terkait dengan pengakuan yang mereka buat, sebagian hukuman mereka akan dijadikan masa percobaan dengan tujuan memberi mereka kesempatan untuk membuat komitmen baru buat musim 2022/2023."

(krs/mrp)