Bayern Munich Satu-satunya Jawara Liga yang Profit Musim Lalu

Bayu Baskoro - Sepakbola
Kamis, 13 Jan 2022 00:04 WIB
DORTMUND, GERMANY - DECEMBER 04: The players of Muenchen celebrate at the end of the Bundesliga match between Borussia Dortmund and FC Bayern M√ľnchen at Signal Iduna Park on December 04, 2021 in Dortmund, Germany. (Photo by Joosep Martinson/Getty Images)
Bayern Munich jadi satu-satunya tim jawara liga Eropa yang profit musim lalu. (Foto: Getty Images/Joosep Martinson)
Jakarta -

Bayern Munich menjadi satu-satunya tim jawara liga top Eropa yang meraih keuntungan di tengah pandemi musim lalu. Hal ini terungkap berdasarkan riset terbaru.

Musim 2020/2021 menjadi salah satu yang terburuk untuk tim-tim Eropa akibat wabah COVID-19. Pandemi menyebabkan penurunan pendapatan yang signifikan, salah satunya tidak ada pemasukan tiket penonton akibat stadion ditutup demi mencegah virus Corona.

Perusahaan audit KPMG Football Benchmark meneliti laporan keuangan yang dialami tim juara di delapan liga Eropa musim 2020/2021. Riset ini menghitung jumlah pendapatan dan pengeluaran setiap tim setelah dikenai pajak.

Delapan tim yang masuk dalam riset ini yakni Manchester City, Bayern Munich, Atletico Madrid, Inter Milan, Ajax Amsterdam, Sporting Lisbon, Lille, serta Bersiktas.

Hasilnya, Bayern Munich menjadi satu-satunya kampiun liga yang mampu meraih untung. Juara Liga Jerman itu meraih profit 1,8 juta euro, serta mencatat rasio terendah antara biaya staf dengan pendapatan operasional sebesar 58 persen.

Juara Liga Inggris 2020/2021, Manchester City, menjadi klub pemenang yang pendapatannya meningkat ketimbang musim sebelumnya. The Citizens mengumpulkan total pendapatan 644 juta euro, naik 17 persen ketimbang musim 2019/2020.

Meskipun pendapatan meningkat, Man City juga mencatat pengeluaran bersih sebesar 294 juta euro untuk transfer dan memiliki salah satu tagihan upah terbesar dalam sepakbola (351,4 juta paun pada musim 2018/2019).

Sementara itu juara Liga Spanyol 2020/2021, Atletico Madrid, mengalami kerugian cukup besar ketimbang musim sebelumnya. Los Rojiblancos dihantam rugi hingga 111,7 juta euro, berbanding 1,8 juta euro di musim 2019/2020.

Kerugian terbesar dialami jawara Serie A, Inter Milan. Nerazzurri mencatat kerugian tahunan hingga 245,6 juta euro, jumlah kehilangan paling besar dalam sejarah sepakbola Italia.

Perusahaan audit KPMG Football Benchmark meneliti laporan keuangan yang dialami tim juara di delapan liga Eropa musim 2020/2021. Riset ini menghitung jumlah pendapatan dan pengeluaran setiap tim setelah dikenai pajak.Laporan pendapatan dan kerugian 8 klub juara liga di Eropa musim 2020/2021. (Foto: dok. KPMG Football Benchmark)


Simak Video "The Citizens Bikin Keok Fulham di Piala FA"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/adp)