Jika Miroslav Klose Membela Diri
Kamis, 10 Mei 2007 01:20 WIB
Bremen - Barangkali inilah ujian morak terbesar dalam karir Miroslav Klose. Setelah jadi pahlawan seluruh orang Jerman di Piala Dunia 2006, ia mulai dikritik bukan karena kemampuan teknisnya.Soal ketajamannya, Klose memang sempat mandul dalam dua bulan terakhir. Tapi tetap saja ia topskor Werder Bremen, yang dari kaki dan kepalanya telah lahir banyak gol buat skuad Thomas Schaaf.Namun Klose dipandang melakukan kontroversi yang amat merugikan Bremen, yang berimbas pada kegagalan tim tersebut di ajang Piala UEFA, setelah disingkirkan klub Spanyol, Espanyol, di babak semifinal.Oleh sebagian pihak Klose dituntut minta maaf pada klubnya karena dua hal. Pertama, ia mengadakan pertemuan dengan bos Bayern Munich untuk membicarakan kemungkinan pindah ke Allianz Arena; kedua, performanya tampak menurun drastis.Mengenai fakta pertama, yang mana ia bertemu pihak Bayern dua hari sebelum Bremen kalah 0-3 dari Espanyol, Klose telah mengaku salah. "Saya memang naif," akunya."Tapi apa yang telah terjadi tidaklah memberi efek apapun buat saya, walaupun tidaklah enak rasanya ditikam dari belakang oleh orang-orang yang sebelumnya memuji-muji Anda," tuturnya dalam majalah Sport-Bild, Rabu (9/5/2007).Klose sudah membereskan masalah itu dengan menyatakan komit pada kontraknya di Weserstadium hingga 2008. Dengan kata lain, ia telah menegaskan takkan pindah ke Bavaria musim depan.Soal kedua, penyerang berusia 29 tahun itu membela diri dengan mengatakan bahwa performanya amat bergantung pada "masalah fisik". "Sudah lama saya tidak fit 100 persen. Beberapa tes darah menunjukkan saya punya problem. Tapi saya selalu memberikan segalanya untuk klub ini.""Gampang untuk menjadikan saya kambing hitam dan menyalahkan saya atas ketergelinciran kamu," cetusnya dikutip AFP. "Opini yang dilontarkan beberapa orang sangat mengejutkan saya. Mereka betul-betul salah dan saya akan menunjukkan bahwa mereka itu bodoh." (a2s/key)











































