Bukan Penentu Gelar, tapi Pertaruhan Nama Baik

Jelang El Clasico

Bukan Penentu Gelar, tapi Pertaruhan Nama Baik

- Sepakbola
Kamis, 08 Apr 2010 14:27 WIB
Bukan Penentu Gelar, tapi Pertaruhan Nama Baik
Madrid - Laga El Clasico edisi ke-156 di La Liga bakal menjadi pertarungan paling sengit. Memang, kedua kubu menilai laga ini bukan penentu gelar juara. Namun nama baik menjadi pertaruhan.

Real Madrid menjamu Barcelona di Santiago Bernabeu, Sabtu (10/4/2010) malam waktu setempat atau Minggu dinihari WIB. Situasi terakhir adalah baik Los Blancos maupun Azulgrana memiliki poin sama yakni 77. Ada pun Si Putih berhak memimpin klasemen sementara karena memiliki selisih gol yang lebih baik.

"Menimbang kepada kualitas yang dimiliki oleh skuad kedua tim, maka laga nanti kemungkinan bakal menjadi El Clasico paling sengit yang pernah saya alami," tukas pemain senior Madrid Guti Hernandez di situs resmi klubnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak ingat kapan terakhir kali El Clasico mentas dalam situasi di mana kedua tim punya poin sama dan hanya dipisahkan oleh satu gol saja. Tentu laga nanti akan sulit karena kedua tim bakal mempertaruhkan segalanya di laga ini," kata pemain asal Spanyol itu.Β 

Kemenangan wajib hukumnya bagi kedua tim. Pasalnya selepas duel tim Castellan kontra Catalan ini maka peraturan yang digunakan untuk menentukan posisi seandainya terjadi poin sama adalah head to head, bukan lagi selisih gol.

Kedua tim menghadapi laga ini dengan diiringi catatan positif. Baik Madrid mau pun Barca tidak kalah dalam lima partai resmi terakhir yang mereka lakoni.

Bila ada yang membedakan, bisa jadi itu adalah gengsi. Cristiano Ronaldo dkk. sudah kandas sedari dulu di Liga Champions, padahal mereka adalah pemegang gelar terbanyak di turnamen kasta tertinggi di Benua Biru tersebut.

Sementara itu Barcelona terus melaju di Liga Champions dengan mantap. Bahkan tengah pekan ini mereka melakukan show of force dengan membantai Arsenal kala menggenggam tiket semifinal. Bahkan bukan tidak mungkin Barca bakal melenggang ke final, di mana laga puncak bakal digelar di Santiago Bernabeu.

Tentu saja Madrid tidak ingin membiarkan sang rival utama menari-nari dengan gembira di rumah mereka. Bila di Liga Champions Si Putih sudah tidak bisa lagi untuk membendung Si Biru Merah, maka El Clasico nanti menjadi kesempatan terakhir bagi Madrid untuk mempertahankan nama baik.

Pasalnya pelatih Barca Josep Guardiola tahu bagaimana caranya menang di Santiago Bernabeu. Racikan Pep sukses mempecundangi El Real dengan angka telak 6-2 di hadapan Madridistas pada 3 Mei 2009 silam.

"Kami harus menghormati Barcelona karena mereka juara bertahan La Liga dan Liga Champions dan mereka punya poin yang sama dengan kami," kata Guti.

"Namun itu tidak berarti kami harus merasa inferior ketika menghadapi mereka. Real Madrid selalu menjadi favorit ketika menghadapi tim mana pun, utamanya ketika kami tampil di kandang," seru pemain yang masuk tim senior Madrid sejak tahun 1995 itu.

(nar/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads