Uang senilai 5,1 miliar poundsterling akan dibagikan pada 20 klub Premier League mulai musim depan untuk periode tiga musim. Angka yang luar biasa itu didapat setelah Premier League menyepakai hak siar televisi yang baru pada tahun lalu.
Dengan suntikan dana sebesar itu - yang jika dipukul rata maka masing-masing klub akan dapat sekitar 85 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,6 triliun per tahun - klub Premier League akan punya daya beli yang lebih besar. Inilah yang dirasakan Barca sebagai ancaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim-tim Premier League akan punya kondisi keuangan yang luar biasa ... dan kami khawatir. Premier League adalah kompetisi sepakbola terbaik. Itu kompetisi dengan jumlah fans terbesar dan juga pendapatan tertinggi," ucap Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu.
"Mereka bekerja dengan baik dan membuat tim-tim yang ikut di dalamnya setara demi keuntungan bersama. Kami punya dana yang berbeda di Spanyol dan akan sulit buat tim seperti Leicester bisa berada di puncak klasemen," lanjut dia seperti dikutip dari Eurosport.
La Liga Primera dan Premier League memang punya sistem yang berbeda dalam mendistribusikan pendapatan dari hak siar televisi. Inilah yang kemudian menimbulkan ketimpangan besar karena Barcelona dan Real Madrid dapat pemasukan berkali-kali lipat dari klub lain.
Bukan cuma khawatir akan kalah bersaing memperebutkan pemain, Barca juga waswas kalau pemain-pemain muda binaan La Masia akan dengan mudah pergi ke Inggris jika ada tawaran besar dari sana.
"Rival kami adalah Premier League, mereka lawan yang hebat. Kami harus melakukan yang terbaik untuk meningkatkan pemasukan dan situasi keuangan sehingga pemain-pemain kami tetap bertahan."
"Karena itulah kenapa saya begitu khawatir dan kami sedang mengantisipasi ini. Kami ingin menjaga talenta kami tetap di Barcelona. Saya tahu pemain-pemain kami sudah berkomunikasi dengan klub lain, itu normal. Tidak ada pemain yang mengatakan dia ingin pergi. Sebagian mendapatkan tawaran ekonomi yang lebih baik. (Tapi) pemain kami di Barcelona bukan untuk uang, mereka ada di sana karena sepakbola dan fans. Komitmen," tuntas dia. (din/fem)










































