Madrid telah menyepakati harga transfer Morata dengan Chelsea, dengan nilai yang mencapai 80 juta euro atau sekitar Rp 1,2 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepindahan Morata ini melanjutkan kecenderungan betapa kehidupan sosok penyerang tengah, atau pemain bertipe nomor sembilan, tidaklah mudah di Madrid.
Bagaimana tidak. Dalam masing-masing tujuh musim terakhir saja topskorer Madrid adalah Cristiano Ronaldo yang aslinya bukanlah seorang penyerang tengah -- walaupun belakangan tampak bertransformasi ke arah itu.
Menilik lebih jauh lagi, ada beberapa penyerang tengah yang juga mengalami masa-masa tak mudah di Madrid. Berikut pemain-pemain tersebut.
1. Gonzalo Higuain
Foto: Phil Cole /Allsport
|
Barulah memasuki musim berikutnya Higuain tokcer. Striker asal Argentina itu menjadi topskorer Madrid pada musim 2008/2009 dan 2090/2010, mencetak 24 dan 29 gol secara berurutan.
Pun begitu, masa-masa Higuain tetap tak mudah. Terlebih ada Cristiano Ronaldo yang terus pamer kesuburan. Pada akhirnya Madrid lebih memilih mempertahankan Karim Benzema dan melepas Higuain -- keduanya memiliki posisi sama persis.
Napoli menampung Higuain di musim panas 2013. Jadi tumpuan, Higuain mencetak 92 gol dalam tiga musim. Musim lalu ia ditebus Juventus seharga 75 juta euro dan menandai musim pertama di Turin dengan 32 gol di seluh kompetisi.
2. Samuel Eto'o
Samuel Eto'o di Real Madrid (Foto: Phil Cole /Allsport)
|
Selama tiga musim, Eto'o baru punya tiga penampilan di Madrid lantaran tiap musimnya dipinjamkan ke Leganes, Espanyol, dan Mallorca. Pada musim 2000, Mallorca mempermanenkannya dengan biaya 4,4 juta euro.
Empat musim di Mallorca, penampilan Eto'o dilirik Barcelona. Bersama Blaugrana itulah, penyerang asal Kamerun itu menjelma jadi salah satu striker terbaik dunia.
3. Roberto Soldado
Roberto Soldado di Real Madrid (Foto: Denis Doyle/Getty Images)
|
Namun, Soldado langsung dipinjamkan ke Osasuna, dan bermain 30 kali dengan mencetak 11 gol. Semusim berselang, ia kembali ke Madrid dan penampilannya justru lebih melempem.
Soldado, yang diberi nomor punggung 9, cuma bermain delapan kali dan bikin gol sama sekali. Ia kalah bersaing dengan Raul Gonzalez, Ruud van Nistelrooy, bahkan Gonzalo Higuain yang notabenenya juga pemain baru saat itu.
Semusim kemudian, Soldado pindah ke Getafe dan dikontrak hingga 2010, sebelum akhirnya dibeli Valencia. Tiga musim bersama 'Si Kelelawar', ia menemukan permainan terbaiknya dengan mencetak 59 gol dari 101 penampilan.
4. Alfonso Perez
Alfonso Perez di Real Madrid (Foto: abc.es)
|
Bersaing dengan striker sekelas Ivan Zamorano dan Emilio Butragueno saat itu, Perez cuma bermain 88 kali dan mencetak 13 gol selama berkostum Los Blancos.
Faktor cedera membuat Perez kesulitan bermain di Bernabeu. Perez juga kalah saing dengan Raul Gonzalez yang ketika itu juga baru mencuat namanya.
Pada musim 1995/1996, Perez akhirnya dilepas Madrid ke Betis dengan nilai transfer yang tidak diungkapkan. Di sana, ia akhirnya bisa berperan penting dengan mencetak 57 gol dari 152 penampilan.
5. Juan Eduardo Esnaider
Juan Esnaider ketika tak lagi membela Real Madrid, berkostum Atletico Madrid (Foto: Ben Radford /Allsport)
|
Di Zaragoza, Esnaider awalnya berstatus pinjaman sebelum dipermanenkan. Ia bermain 61 kali dan mencetak 29 gol. Madrid akhirnya memulangkannya lagi pada musim 1996.
Sayang, lagi-lagi Esnaider gagal bersinar. Ia cuma bermain 26 kali di semua ajang dan mencetak satu gol. Esnaider pun dilepas lagi ke Atletio Madrid dan tak pernah kembali ke Bernabeu.
Halaman 2 dari 6