sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 28 Mei 2019 17:02 WIB

7 Orang Diciduk Terkait Match Fixing di Spanyol, Salah Satunya Eks Madrid

Yanu Arifin - detikSport
Raul Bravo, mantan pemain Real Madrid ini dikabarkan tertangkap polisi akibat kasus pengaturan skor. (Foto: Denis Doyle/Getty Images) Raul Bravo, mantan pemain Real Madrid ini dikabarkan tertangkap polisi akibat kasus pengaturan skor. (Foto: Denis Doyle/Getty Images)
Madrid - Sebanyak tujuh orang dilaporkan ditangkap terkait kasus match fixing atau pengaturan skor di Spanyol. Di antaranya adalah eks pemain Real Madrid, Raul Bravo.

Dilansir Sky Sports, berdasarkan laporan El Pais, sejumlah pemain dari LaLiga dan Divisi Segunda ditangkap terkait dugaan membentuk jaringan kriminal untuk pengaturan skor.

Juru bicara kepolisian Spanyol disebut telah membenarkan adanya penyelidikan terkait kasus itu. Berdasarkan laporan tambahan dari El Periodico, ada 7 orang yang ditangkap. Lima di antaranya adalah pemain dan dua perwakilan klub.




Lima pemain itu adalah Raul Bravo, eks pemain Real Madrid di era 2000-an, Borja Fernandez (Real Valladolid), Samuel Saiz Alonso (Getafe, pinjaman dari Leeds United), Inigo Lopez Montana (Deportivo La Coruna), Carlos Aranda (pensiunan Villarreal, Osasuna, dan Levante), Agustin Lasaosa (Presiden klub Huesca) dan Juan Carlos Galindo Lanuza (staf medis Huesca).

Yang menjadi sorotan adalah sosok Raul Bravo. Pria yang kini berusia 38 tahun itu merupakan mantan pemain Madrid, yang turut mengantar Los Blancos menjuarai dua kali gelar LaLiga pada 2003 dan 2007, Piala Super Spanyol 2003, Liga Champions 2002 serta Piala Super Eropa 2002.

Adapun ketujuh orang tersebut diamankan karena diduga tergabung dalam organisasi kriminal. Kejahatannya meliputi match fixing, korupsi, serta pencucian uang.

Adapun kasus match fixing yang diusut kabarnya terjadi pada musim 2016/2017 dan 2017/2018. Saat ini Kepolisian kabarnya tengah memburu kantor Huesca, yang terdegradasi ke Divisi Segunda di akhir musim 2018/2019 dan memburu rumah Borja Fernandez di Valladolid.




Juru bicara LaLiga membenarkan kasus ini. Kompetisi tertinggi di Spanyol itu mendukung langkah kepolisian memberantas pengaturan skor.

"Tindakan polisi menyusul keluhan tentang kemungkinan pengaturan pertandingan dalam pertandingan Mei 2018 dari La Liga ke otoritas Spanyol. La Liga sangat aktif dalam memerangi pengaturan pertandingan. Penting bagi kami memiliki kompetisi yang adil," ujar juru bicara La Liga, demikian dilansir Yahoo! Sport.


(yna/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com