ADVERTISEMENT

Pro Catalunya, Guardiola Ogah Masuk Grup Chat Alumni Timnas Spanyol?

Adhi Prasetya - Sepakbola
Jumat, 19 Jun 2020 19:24 WIB
MADRID, SPAIN - FEBRUARY 26: Josep Guardiola, manager of Manchester City FC looks on during the UEFA Champions League round of 16 first leg match between Real Madrid and Manchester City at Bernabeu on February 26, 2020 in Madrid, Spain. (Photo by David Ramos/Getty Images)
Guardiola kabarnya tak ikut grup percakapan yang berisi alumni Timnas Spanyol. Foto: Getty Images/David Ramos
Jakarta -

Pep Guardiola dikenal sebagai pendukung referendum kemerdekaan Catalonia. Apakah hal itu membuatnya tak mau bergabung dengan grup chat alumni Timnas Spanyol?

Semasa bermain, Guardiola 47 kali membela La Furia Roja. Ia juga tampil di Piala Dunia 1994 dan Euro 2000. Di level junior, ia ikut mengantarkan Spanyol meraih medali emas cabang sepakbola di Olimpiade 1992.

Angkatan 1992 itu rupanya memiliki grup obrolan sendiri untuk bersilaturahmi. Namun menurut Santiago Canizares, rupanya hanya Guardiola yang tak ada di dalamnya.

"Saya tak tahu apa yang terjadi dengannya (Guardiola). Saya hilang kontak. Kami yang jebolan Olimpiade memiliki grup chat, semua ada di sana kecuali satu orang: Guardiola," kata Canizares, dikutip AS.

"Mungkin karena dia yang paling terkenal sekarang, jadi saya takkan mengkritiknya karena tak ada di grup. Saya paham dia sibuk dan tak mau buang-buang waktu. Di grup itu ada Luis Enrique (pelatih Spanyol), Abelardo (eks pemain Barcelona)... tapi tak ada dia," sambung eks kiper Valencia itu.

Meski begitu, Canizares juga heran melihat sikap Guardiola yang kini lantang mendukung Catalan. Menurutnya, dulu manajer Manchester City itu tak pernah menunjukkan gelagat apapun.

25 Jun 2000:  Zinedine Zidane (No.10) of France beats Josep Guardiola (No.4) of Spain during the European Championships 2000 Quarter Finals match at the Jan Breydel Stadium, Brugge, Belgium. France won 2-1.  Mandatory Credit: Shaun Botterill /AllsportGuardiola (kanan) saat masih bermain membela Timnas Spanyol. Foto: Getty Images/Shaun Botterill

"Dia bilang mencintai Catalunya. Tapi saya tak pernah melihatnya tak nyaman berseragam Spanyol, tak ada seorang pun yang begitu," kata Canizares.

"Saya cuma pernah melihat Oleguer (Presas, eks pemain Barcelona). Dia bicara kepada Luis Aragon├ęs (pelatih Spanyol 2004-2008), meminta tak usah dipanggil ke timnas Spanyol karena dia tak mau. Cuma dia yang berani bersikap begitu."

"Saya tak pernah melihat Guardiola begitu. Dia senang dipanggil timnas. Kami pernah menangis bersama setelah Spanyol kalah. Saya tak pernah melihatnya menentang Timnas Spanyol."

"Makanya saya menyayangkan dia pernah mengkritik pemerintah Spanyol. Saya bersamanya di Piala Dunia 1994 dan kami menangis saat tersingkir (oleh Italia) di Boston. Saya tak tahu sejak kapan pemikirannya berubah," tukasnya.

Catalunya diketahui pernah mengadakan referendum pada 2017 lalu, namun berakhir ricuh dan hasilnya tak diakui. Guardiola merupakan salah satu tokoh sepakbola yang mendukung wilayah itu lepas dari Spanyol.



Simak Video "Misi Balas Dendam Guardiola untuk Chelsea-nya Tuchel"
[Gambas:Video 20detik]
(adp/cas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT