Janji Ronald Koeman di Barcelona, Dari Total Football hingga La Masia

Yanu Arifin - Sepakbola
Kamis, 20 Agu 2020 12:00 WIB
Ronald Koeman holds up a soccer shirt with his name on it during his official presentation as coach for FC Barcelona in Barcelona, Spain, Wednesday, Aug. 19, 2020. Barcelona officially announced earlier on Wednesday a deal with Koeman to become their coach five days after the teams humiliating 8-2 loss to Bayern Munich in the Champions League quarterfinals. Barcelona says the former defenders deal runs through June 2022. Koeman replaces the fired Quique Setien. (AP Photo/Joan Monfort)
Ronald Koeman saat diperkenalkan sebagai pelatih baru Barcelona. (Joan Monfort/AP)
Barcelona -

Ronald Koeman menjanjikan perubahan di Barcelona. Pria 57 tahun itu ingin menerapkan Total Football sampai memberikan banyak kesempatan kepada jebolan La Masia.

Koeman resmi menjadi pelatih Barcelona. Pria asal Belanda itu didapuk sebagai pengganti Quique Setien, yang dipecat manajemen.

Koeman bukan sosok asing di Barcelona. Ia merupakan mantan pemain klub di era pelatih Johan Cruyff dan asisten pelatih Louis van Gaal pada musim 1998-2000.

Berasal dari Belanda, Koeman langsung menjanjikan konsep Total Football. Gaya bermain khas Belanda, yang mengutamakan penguasaan bola dan operan antarpemain, akan diterapkannya.

"Saya orang Belanda, dan saya suka (tim saya) menguasai bola. Pikiran saya adalah mendominasi bola, dan yang terpenting adalah memenangi pertandingan," kata Koeman, dalam konferensi pers pertamanya di Barcelona.

"Saya telah menjadi pelatih selama bertahun-tahun. Saya punya pengalaman di banyak tim dan saya pikir saya memenuhi syarat untuk melatih Barcelona di level tertinggi.

"Selalu ada hubungan antara Barcelona dan Belanda dengan para pemain dan pelatih. Saya orang Belanda kesepuluh yang menandatangani kontrak dengan Barcelona lewat perwakilan saya," kata pria yang sudah melatih 10 tim, dengan terakhir membesut Timnas Belanda tersebut.

Selain Total Football, Koeman juga berjanji akan memberi banyak kesempatan kepada La Masia. Akademi klub itu sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir, meski sempat menghadirkan generasi emas, seperti Messi, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Sergio Busquets.

Kini cuma segelintir pemain La Masia yang bisa menembus tim inti, di antaranya Ansu Fati, Riqui Puig, dan Carles Alena.

"Ini saatnya memberi para pemuda kesempatan. Kami tak pernah ragu menggunakannya ketika mereka memang layak dimainkan," jelasnya.

"Anda harus punya keseimbangan antara pemain berpengalaman dan muda. Anda harus bermain dengan lebih sering," janji Koeman.



Simak Video "Xavi: Barcelona Bukan Favorit Juara Liga Europa, Tapi Sevilla"
[Gambas:Video 20detik]
(yna/cas)