Carvajal: Jadwal Padat, Wajar Madrid Menurun

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Rabu, 11 Nov 2020 19:45 WIB
VALENCIA, SPAIN - NOVEMBER 08: Marcelo of Real Madrid is shown a yellow card by referee Jesus Gil Manzano awards a penalty to Valencia during the La Liga Santander match between Valencia CF and Real Madrid at Estadio Mestalla on November 08, 2020 in Valencia, Spain. Sporting stadiums around Spain remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Angel Martinez/Getty Images)
Real Madrid wajar menurun karena padatnya jadwal (Getty Images/Angel Martinez)
Madrid -

Dani Carvajal memaklumi performa menurun Real Madrid belakangan ini. Sebab El Real harus menghadapi jadwal yang padat dan cedera pemainnya.

Madrid sudah kalah dua kali dari lima pertandingan terakhirnya di seluruh kompetisi, termasuk dari Shakhtar Donetsk dan Valencia. Sementara sisanya mengalahkan Barcelona 3-1 dan Huesca 4-1, serta diimbangi Borussia Moenchengladbach 2-2.

Kekalahan 1-4 dari Valencia akhir pekan kemarin membuat mereka makin disorot. Sebab, Madrid banyak melakukan blunder di lini belakang yang berujung Valencia mendapat tiga penalti. Performa Madrid yang naik-turun ini membuat posisi Zinedine Zidane sebagai pelatih disorot habis.

Belum lagi Zidane dianggap tidak lagi mampu membuat suasana ruang ganti menjadi kondusif. Buktinya belakangan Zidane mulai dijauhi oleh para pemain Madrid, termasuk Isco yang hubungannya tidak harmonis.

Kondisi ini tentu tidak bagus untuk Madrid yang bertekad mempertahankan trofi LaLiga musim lalu. Apalagi Madrid kini tertahan di posisi keempat klasemen dengan 16 poin, selisih empat angka dari Real Sociedad.



Terkait penampilan Madrid belakangan ini, Carvajal tidak kaget karena setiap tim pasti akan mengalaminya. Sebab musim 2020/2021 terhitung padat sejak awal karena adanya pandemi virus corona.

Sehingga tim-tim besar harus bermain tiga kali sepekan dan belum termasuk jeda internasional selama dua pekan. Carvajal jadi korban karena masih pemulihan cedera paha.

"Setiap pelatih dan tim selalu ingin tampil konsisten, tapi tidak muda. Ada badai cedera. Tim seperti Real Madrid punya banyak pemain internasional, dan ada tiga pertandingan lebih banyak di bulan Oktober dan November," ujar Carvajal seperti dikutip Football-Espana.

"Ada banyak perjalanan, pertandingan, konsentrasi. Anda nyaris tidak punya waktu istirahat, tapi harus langsung fokus ke laga berikutnya. Selain itu, tidak ada pramusim juga sehingga sulit tampil konsisten. Kami lelah secara fisik dan psikis," sambung Carvajal.

(mrp/pur)