Kasus COVID-19 Melonjak, Pemilu Presiden Barcelona Diundur Hingga Maret

Adhi Prasetya - Sepakbola
Sabtu, 16 Jan 2021 06:11 WIB
BARCELONA, SPAIN - APRIL 04:  The Barcelona logo is seen on a flag waving above the stadium prior to the UEFA Champions League Quarter Final Leg One match between FC Barcelona and AS Roma at Camp Nou on April 4, 2018 in Barcelona, Spain.  (Photo by Mike Hewitt/Getty Images)
Pemilu Presiden Barcelona diundur hingga Maret. Foto: Getty Images/Mike Hewitt
Barcelona -

Pemilihan Presiden baru Barcelona dipastikan mundur. Lonjakan kasus COVID-19 di wilayah Spanyol menjadi penyebabnya.

Diberitakan Marca, Sabtu (16/1/2021) dini hari WIB, keputusan ini diambil setelah Barcelona berkonsultasi dengan PROCICAT, badan perlindungan sipil di wilayah Catalunya. Dari situ, dipastikan bahwa pemilu tak bisa digelar pada 24 Januari.

Presiden interim Barcelona Carles Tusquets kemudian mengadakan rapat bersama para kandidat pada Jumat (15/1) malam waktu setempat. Hasilnya, pemilu akan diundur hingga enam pekan, menjadi tanggal 7 Maret 2021.

Meski demikian, tanggal tersebut bisa saja berubah lagi jika kondisi pandemi COVID-19 di Spanyol tak kunjung membaik.

"Saya puas dengan pertemuan itu. Yang saya pertahankan, yakni pemilu dengan partisipasi maksimum, akan dijamin," kata salah satu kandidat, Victor Font.

"Prioritas kami saat ini dua, yakni bagaimana memperluas tempat pemungutan suara dan juga voting lewat email. Kami harus meyakinkan para suporter Barcelona, bahwa semua keputusan yang diambil pengurus akan dikerjakan dengan persetujuan bersama," jelasnya.

Diketahui, ada tiga kandidat yang memenuhi syarat untuk mengikuti pemilu Presiden Barcelona. Selain Font, ada Joan Laporta dan Toni Freixa.

Kasus COVID-19 memang meningkat tajam di Spanyol sejak awal tahun ini. Diberitakan NY Times, hingga Sabtu (16/1/2021) dini hari WIB, ada lonjakan di atas 35 ribu kasus baru per hari di Spanyol.

Khusus di daerah otonomi Catalunya, setidaknya ada 5.500 kasus baru per hari.

(adp/pur)