Secara Finansial, LaLiga Sudah Siap Ditinggal Messi

Yanu Arifin - Sepakbola
Selasa, 09 Mar 2021 10:30 WIB
MADRID, SPAIN - JULY 13:  Javier Tebas, President of La Liga smiles at the press conference to announce TAG Heuer as the Official Timekeeper and Official Sponsor of La Liga at the Royal Theatre on July 13, 2016 in Madrid, Spain.  (Photo by Denis Doyle/Getty Images for Tag Heuer)
Presiden LaLiga, Javier Tebas. (Foto: Denis Doyle/Getty Images)
Madrid -

Kontrak Lionel Messi di Barcelona akan habis pada akhir musim nanti. Secara finansial, LaLiga sudah siap andai ditinggal penyerang Argentina itu.

Kontrak Messi akan habis pada akhir musim 2020/2021. Barcelona sejauh ini kesulitan menyodorkan kontrak baru ke pemilik 6 Ballon d'Or itu.

Jika tak dapat kontrak baru, maka Messi bisa pergi secara gratis. Artinya, LaLiga akan kehilangan bintang besarnya.

Di LaLiga, Messi menjadi pencetak gol terbanyaknya, dengan torehan 463 gol. La Pulga juga menjadi peraih topscorer terbanyak sepanjang kompetisi, yakni 7 kali, melewati catatan Telmo Zarra.

Sebelumnya, LaLiga sudah kehilangan Cristiano Ronaldo, yang meninggalkan Real Madrid ke Juventus pada 2018. Kini, LaLiga pun sudah bersiap andai Lionel Messi meninggalkan Barcelona.

"[Messi] tidak dapat meninggalkan Barcelona karena kesepakatan kontraknya, tetapi seperti yang saya katakan tentang Cristiano [Ronaldo], kami juga siap secara finansial untuk saat ini," kata Presiden LaLiga Javier Tebas kepada saluran kabel Mesir, ONsport.

"Cristiano meninggalkan Real Madrid adalah keputusan yang dibuat klub. Saya tidak memiliki hak untuk mengatakan apapun, tetapi saya selalu lebih memilih untuk memiliki pemain terbaik di La Liga, hal yang sama terjadi dengan Neymar sebelumnya,

"Cristiano adalah pencetak gol terbanyak di La Liga, dan kami terpengaruh kepergiannya. Tetapi secara finansial, dampaknya kecil karena kami mempersiapkan dengan baik untuk momen ini," ujarnya.

Lebih lanjut, LaLiga sendiri kini mengalami kerugian hampir 1 miliar euro karena pandemi virus corona. Ketiadaan penonton begitu berpengaruh.

"Kami tidak tahu bahwa bermain tanpa penggemar berjalan begitu lama.. Jika terus menyaksikan penurunan jumlah virus corona, mungkin para fans akan kembali lebih cepat," kata Tebas.

"Kerugian finansial [untuk liga] mencapai 2 miliar euro, tetapi kami bisa menurunkannya menjadi 1,1 miliar euro karena memotong beberapa anggaran," ujar bos kompetisi Liga Spanyol itu.

(yna/bay)