Panas! Guardiola Vs Tebas, Perang Komentar di Medsos

Bayu Baskoro - Sepakbola
Rabu, 07 Jul 2021 11:49 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - JANUARY 17: Pep Guardiola, Manager of Manchester City gives their team instructions during the Premier League match between Manchester City and Crystal Palace at Etihad Stadium on January 17, 2021 in Manchester, England. Sporting stadiums around England remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Clive Brunskill/Getty Images)
Pep Guardiola perang komentar dengan Javier Tebas. (Foto: Getty Images/Clive Brunskill)
Jakarta -

Perseteruan Pep Guardiola dengan Bos LaLiga, Javier Tebas, belum berhenti. Keduanya kini terlibat perang komentar di media sosial.

Perdebatan antara Guardiola dengan Tebas berawal dari kritik manajer Manchester City itu soal manajemen Liga Spanyol. Dia menyebut Tebas perlu belajar dari Premier League untuk pengelolaan bisnis kompetisi.

"Ada manajemen yang lebih baik di Premier League, yang bisa dilihat di Asia. Tebas seharusnya belajar," ucap Guardiola kepada TV3.

Kritikan Guardiola langsung direspon oleh Tebas. Pria 58 tahun itu mengaku selalu belajar dari Premier League dan meminta Guardiola mempelajari ekonomi makro. Dia juga menyinggung soal lolosnya Man City dari hukuman UEFA.

"Akan Lebih bagus lagi kalau mereka mengajari Anda sedikit soal ekonomi makro dalam sepakbola, soal efek yang ditimbulkan klub milik negara terhadap inflasi gaji, soal demografi, soal penyerapan TV pay-per-view, soal China... dan kita akan dapat kabar soal pembebasan (Man City) di CAS," cuit Tebas di akun Twitter @TebasJavier.

Cuitan Javier Tebas mendapat balasan dari Pep Guardiola. Eks pelatih Barcelona itu menyentil jumlah penonton LaLiga yang kalah jauh dari Premier League, meskipun klub-klub Spanyol dan timnasnya berjaya di Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

"Saya tidak mengerti ekonomi makro, atau demografi, atau penetrasi TV berbayar, atau China. Itulah mengapa Anda yang mesti memberi tahu kami mengapa mereka masih begitu jauh dari Premier League setelah dua dekade brutal sepakbola Spanyol, sehingga Anda dapat memberitahu kami dan menyelesaikannya," balas Guardiola di akun @PepTeam.

Tebas kembali menanggapi kritikan Guardiola kepadanya. Sosok yang sudah menjadi presiden LaLiga sejak 2013 itu memberikan data-data pertumbuhan penonton di Liga Spanyol sejak dirinya berkuasa.

"Seperti yang Anda lihat, selama beberapa tahun terakhir kami telah mempersempit jarak dengan Premier League. Kami baru menjual hak siarnya secara terpusat selama tujuh tahun, sementara di Inggris sudah tiga puluh tahun," tulis Tebas via Twitter.

"Selain itu, Inggris memiliki dua puluh juta penduduk lebih banyak daripada Spanyol. Kami tumbuh setiap tahun," sambungnya.

Pada akhir cuitannya, Tebas menyentil soal bisnis kepemilikan Man City yang dituding sebagai perusak sepakbola dan penyebab inflasi. Dia juga mengkritik Pep Guardiola yang bisa juara di sana berkat kekuatan modal City Group selaku pemilik The Citizens.

"Klub-klub kami telah meraup untung selama tujuh tahun ini. Anda harus lebih khawatir soal City Group, yang telah mengumpulkan satu miliar kerugian selama beberapa musim terakhir," kata Javier Tebas.

"Mereka bukan investor, mereka perusak uang yang menciptakan inflasi. Apakah Anda akan memenangkan begitu banyak gelar tanpa doping ekonomi?," pungkasnya.



Simak Video "Misi Balas Dendam Guardiola untuk Chelsea-nya Tuchel"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/krs)