Ironi Lionel Messi, Dulu Ingin Pergi, Sekarang Terpaksa Pergi

Adhi Prasetya - Sepakbola
Senin, 09 Agu 2021 06:09 WIB
The statue of Barcelonas former player and coach Johan Cruyff, in front of a mural of Lionel Messi outside the Camp Nou stadium in Barcelona, Spain, Thursday, Aug. 5, 2021. Barcelona announced Thursday that Messi will not stay with the club, saying that the Spanish leagues financial regulations made it impossible to sign the Argentina star to a new contract. (AP Photo/Joan Monfort)
Messi menangis saat sesi perpisahan dengan Barcelona. Foto: AP/Joan Monfort
Barcelona -

Lionel Messi sekarang mau tak mau harus meninggalkan Barcelona. Padahal, tahun lalu ia yang meminta pergi dari Camp Nou.

Publik masih mengingat jelas apa yang terjadi pada Agustus 2020, saat ia mengirim burofax ke kantor Barcelona, yang saat itu dipimpin Josep Maria Bartomeu. Isinya meminta pergi dari Barcelona, dengan cara mengaktifkan klausul dalam kontraknya.

Ia memang boleh cabut secara cuma-cuma setahun sebelum kontraknya berakhir. Masalahnya, klausul itu otomatis hangus pada 30 Juni 2020, sementara Messi baru meminta keluar sekitar dua bulan setelahnya.

Messi tak mungkin pindah di bulan Juni, karena Barcelona saat itu masih bertanding. Biasanya, bulan Juni adalah masa libur kompetisi. Namun pandemi COVID-19 menggeser banyak jadwal sepakbola Eropa, bahkan ada yang dihentikan.

Ia ingin menuntaskan kewajibannya dulu, kemudian cabut. Ia juga mengaku diberi jaminan bahwa klausul itu bisa diaktifkan nanti seusai musim kompetisi 2019/20 usai, meski telah melewati batas waktu.

Namun saat ia hendak meminta keluar, Barcelona malah memakai alasan klausul yang akan ia gunakan sudah kadaluarsa. Bahkan LaLiga sampai turun tangan mencegah kepergian Messi, membela Barcelona.

Messi merasa dibohongi. Ia tidak bodoh, hanya terlalu naif.

Messi ingin pergi bukan karena ia tak lagi mencintai Barcelona, namun karena ia sudah muak dengan cara Bartomeu menjalankan klub, yang dianggapnya tanpa perencanaan jelas.

"Aku tidak senang dan ingin pergi. Aku belum diizinkan dengan cara apa pun untuk pergi, dan aku akan bertahan di klub agar tidak terlibat sengketa hukum. Manajemen klub yang dipimpin (presiden Josep Maria) Bartomeu adalah bencana," kata Messi kepada Goal saat itu.

Namun kondisinya berbeda saat Bartomeu cabut dan digantikan Joan Laporta. Restrukturisasi klub ke arah yang benar membuat Messi ingin lanjut. Ia siap pensiun di Barcelona. Malang bagi La Pulga, situasinya kini malah tak berpihak.

Keuangan Barcelona yang morat-marit membuat mereka tak bisa mendaftarkan Messi, yang sebelumnya sudah habis kontrak pada 30 Juni. Bahkan LaLiga yang dulu melarangnya pergi kini tak bisa berbuat apa-apa.

Barcelona terbentur aturan salary cap yang ketat, dan Messi, sebesar apapun keinginannya untuk bertahan, kini terpaksa angkat kaki.

Lionel MessiLionel Messi berfoto bersama rekan setimnya di Barcelona saat sesi perpisahan dengan klub. Foto: Dok. Barcelona

"Tahun lalu, saya tak ingin bertahan dan saya sudah mengatakannya. Tapi tahun ini, saya ingin bertahan dan kenyataannya malah tak bisa," kata Messi dalam jumpa pers perpisahannya, Minggu (8/8/2021), dikutip Sky Sports.

"Saya tak siap untuk ini (pergi dari Barcelona). Sejujurnya, dengan segala omong kosong terkait burofax, saya yakin dengan apa yang ingin saya katakan. "Kami pikir kami akan bertahan di Barcelona. Masa-masa yang kami lewati di sini betul-betul luar biasa," jelasnya.

(adp/mrp)