Laporta: Keuangan Barcelona Kacau, Utangnya Kini Rp 22,8 T!

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Senin, 16 Agu 2021 19:11 WIB
BARCELONA, SPAIN - AUGUST 07:  The logo of the FC Barcelonas main global partner, Japanese e-commerce company Rakuten, is seen in the stands of the Camp Nou stadium ahead of the Joan Gamper Trophy match between FC Barcelona and Chapecoense at Camp Nou stadium on August 7, 2017 in Barcelona, Spain.  (Photo by Alex Caparros/Getty Images)
Utang Barcelona menggunung, lebih dari 1 miliar euro (Getty Images/Alex Caparros)
Barcelona -

Presiden Joan Laporta tak bisa berkelit dari krisis keuangan Barcelona saat ini. Utang klub kini bahkan sudah mencapai lebih dari 1 miliar euro atau sekitar Rp 22,8 T!

Hal itu dikatakan Laporta dalam jumpa pers di Camp Nou, Senin (16/8/2021) sore WIB terkait kondisi finansial Barcelona yang sedang gawat. Hal inilah yang jadi alasan mengapa Barcelona tidak bisa memperpanjang kontrak Lionel Messi.

Bahkan Barcelona sempat tidak bisa mendaftarkan para pemain barunya seperti Eric Garcia, Memphis Depay, dan Sergio Aguero. Klub Catalan itu juga tidak bisa bergerak bebas di bursa transfer.

Saat laporan keuangan akhir tahun kemarin, Barcelona sudah merugi 481 juta euro atau sekitar Rp 8,1 triliun. Sebab, mereka cuma mendapat pemasukan sekitar 655 juta euro sementara harus mengeluarkan 1,136 juta euro.

Pandemi virus corona yang menghantam pemasukan klub diperkirakan mencapai nilai 91 juta euro. Maka dari itu Barcelona kesulitan membayar tagihan gaji pemainnya yang mencapai 103 persen dari total pemasukan, sekitar 617 juta euro.

Jumlah itu lebih tinggi 25-30 persen dari para pesaingnya seperti Real Madrid dan Atletico Madrid. Belum lagi mereka punya total pemasukan yang negatif sekitar 451 juta euro.

"Kami merugi sekitar 553 juta euro. Selisih utang dengan penghasilan kami itu sekitar 553 juta euro. Kami harus membayar 553 juta euro lebih banyak ketimbang tagihan kami tahun ini. Itu uang yang besar dan menggambarkan kondisi kami saat ini. Utang bank bahkan sudah meningkat jumlahnya menjadi 1,35 miliar euro (Rp 22,8 triliun)," ujar Laporta seperti dikutip Mundo Deportivo.

"Situasinya mengkhawatirkan. Kondisi finansial kami buruk sekali," sambungnya.

Joan Laporta menyebut utang ini sebagai warisan dari era kepengurusan Josep Maria Bartomeu yang dipenuhi intrik dan korupsi. Laporan keuangan Barcelona banyak dimanipulasi oleh Bartomeu sehingga terlihat sehat.

Bahkan Bartomeu sudah menggunakan uang Barcelona untuk kepentingan pribadinya, yang disebut sebagai Barcagate. Belum lagi banyak transfer mahal yang gagal di era Bartomeu.

(mrp/pur)