ADVERTISEMENT

Real Madrid 'Hobi' Sia-siakan Pemain Mudanya

Afif Farhan - Sepakbola
Kamis, 19 Agu 2021 12:03 WIB
MADRID, SPAIN - JANUARY 31: A Real madrid flag flutters displayed at a merchandaising stall at Estadio Santiago Bernabeu outdoors before the La Liga match between Real Madrid CF and Real Sociedad de Futbol  on January 31, 2015 in Madrid, Spain.  (Photo by Gonzalo Arroyo Moreno/Getty Images)
Real Madrid 'Hobi' Sia-siakan Pemain Mudanya (Getty Images)
Madrid -

Dulu, Real Madrid begitu apik memoles pemain muda untuk jadi pemain top. Tapi kini, sepertinya tidak lagi...

Teranyar, pemain muda Real Madrid yakni Martin Odegaard dikabarkan selangkah lagi bergabung ke Arsenal. Pemain berusia 22 tahun itu sudah dua tahun lalu bergabung ke Madrid tapi tak pernah dapat kepercayaan.

Musim lalu, Odegaard sebenarnya juga dipinjamkan ke Arsenal. Kini Arsenal benar-benar mau mempermanenkannya.

LONDON, ENGLAND - MARCH 14: Martin Odegaard of Arsenal celebrates after scoring their side's first goal during the Premier League match between Arsenal and Tottenham Hotspur at Emirates Stadium on March 14, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Dan Mullan/Getty Images)Martin Odegaard musim lalu cukup oke bersama Arsenal (Getty Images/Dan Mullan)

Dilansir dari Marca, Martin Odegaard adalah baru satu contoh bagaimana mudahnya Real Madrid melepas pemain muda. Madrid memang belakangan ini jarang memberi jam terbang dan kepercayaan kepada pemain-pemain mudanya.

Alasannya mungkin, ada target trofi yang harus diraih. Maka skuad yang diturunkan, harus pemain utama yang penuh pengalaman apapun hasilnya.

Satu lagi, para pemain muda bisa jadi pundi-pundi uang dengan ditawarkan ke klub lain. Toh sepakbola, tetaplah bisnis.

Sebelum Martin Odegaard, beberapa pemain muda yang dilepas Real Madrid adalah Achraf Hakimi, Sergio Raguilon, Theo Hernandez, Mateo Kovacic, dan Danilo.

Madrid juga masih menggantungkan nasib pemain mudanya yang sedang dipinjamkan seperti Brahim Diaz, Reinier dan Takefusa Kubo. Belum ada jaminan apakah mereka akan masuk ke skuad utama jika nantinya bisa main bagus.

Belum lagi, nasib pemain muda di dalam tim yang belum jelas apakah akan dipinjamkan, dijual, atau terus jadi penghangat bangku cadangan seperti Dani Ceballos dan Jesus Vallejo.

MILAN, ITALY - JANUARY 03: Achraf Hakimi of Inter Milan celebrates after scoring their sides sixth goal during the Serie A match between FC Internazionale and FC Crotone at Stadio Giuseppe Meazza on January 03, 2021 in Milan, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Marco Luzzani/Getty Images)Achraf Hakimi sukses merebut Scudetto bersama Inter Milan, kini melanjutkan karier ke PSG (Getty Images/Marco Luzzani)

Sebenarnya, Real Madrid cukup oke untuk mengembangkan para pemain muda. Sergio Ramos dan Raphael Varane misalnya, sepuluh sampai lima belas tahun lalu mereka masih pemain muda dan bukan siapa-siapa.

Namun, keduanya terus berkembang diiringi dengan diberi kepercayaan dan jam terbang. Sehingga keduanya, kini sudah meninggalkan klub dengan status legenda.

Contoh lainnya lagi adalah Casemiro. Gelandang bertahan itu terus tampil gemilang dan kini jadi salah satu pemain senior di klub. Valverede juga sudah dipercaya dalam dua musim terakhir.

LEGANES, SPAIN - FEBRUARY 21: Sergio Ramos of Real Madrid celebrates with Rafael Varane after scoring his teamÕs third goal from the penalty spot during the La Liga match between Leganes and Real Madrid at Estadio Municipal de Butarque on February 21, 2018 in Leganes, Spain. (Photo by Denis Doyle/Getty Images )Sergio Ramos dan Raphael Varane, contoh nyata pemain muda Madrid yang sukses besar (Getty Images/Denis Doyle)

Memang sih, nasib para pemain itu berada di tangan mereka sendiri. Mereka pun paham betul, kalau ada persaingan berat untuk memakai seragam Los Blancos.

Tapi alangkah bijaknya, kalau Madrid memberi lebih banyak kepercayaan kepada anak-anak mudanya. Jangan sampai gigit jari, kalau mereka justru sukses bersama klub lain.

(aff/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT