Presiden LaLiga Tuding Madrid Berperan dalam Perginya Messi dari Barca

Adhi Prasetya - Sepakbola
Senin, 13 Sep 2021 18:40 WIB
LISBON, PORTUGAL - SEPTEMBER 05: Javier Tebas President of La Liga talks during Day 1 of Soccerex Europe Convention at Tagus Park on September 5, 2019 in Lisbon, Portugal. (Photo by Gualter Fatia/Getty Images)
Presiden LaLiga, Javier Tebas. Foto: Getty Images/Gualter Fatia
Jakarta -

Presiden LaLiga Javier Tebas menuding Barcelona terlalu mudah dirayu Real Madrid, sehingga gagal menjalin kesepakatan bernilai tinggi dengan CVC Capital Partners. Padahal, uang yang didapat bisa dipakai mempertahankan Lionel Messi.

CVC, perusahaan yang berbasis di Luksemburg, sebelumnya menawarkan kerja sama bernilai 2,7 miliar Euro kepada LaLiga, yang akan dicairkan kepada klub. Gantinya, CVC mendapat 11 persen pendapatan hak siar televisi LaLiga.

Namun Barcelona dan Madrid, bersama Athletic Bilbao dan Real Oviedo menolak kerja sama itu karena dianggap merugikan klub, mengingat durasi kontrak yang terlalu lama, yakni 50 tahun.

Pada bulan lalu, kerja sama dengan CVC itu dilaporkan tetap terjalin, namun nilai kesepakatan yang ada turun menjadi 2,1 miliar Euro karena empat klub di atas tak ikut serta. Tebas mengklaim Barcelona awalnya mau menjalin kesepakatan ini, namun belakangan batal.

Presiden Barcelona Joan Laporta pun disebutnya memiliki sikap inferior terhadap Presiden Madrid Florentino Perez.

"Saya rasa Barca memiliki sikap inferiority complex terhadap Florentino. Florentino adalah pria yang sangat cerdas dan Jose Angel Sanchez (CEO Madrid), adalah orang yang paling berempati di sepakbola Eropa," ujar Tebas, dikutip Diario AS.

"Semua kemewahan dan pengetahuan yang ada, dipakai melawan seseorang (Laporta) yang sudah lebih dari 10 tahun tak berkecimpung di dunia sepakbola."

"Barça mendukung kesepakatan dengan CVC sampai Real Madrid bilang tidak. Dalam 72 jam saja, semua berubah. Saya pikir itu ada kaitannya dengan Super League dan strategi yang dilakukan Real Madrid."

Lebih lanjut, Tebas mengatakan bahwa seandainya Barcelona bersedia ikut dalam kesepakatan, mungkin Messi masih bertahan di Barcelona. Sebab, uang yang ada bisa membuat Barcelona mengalokasikan gaji untuk La Pulga.

"Ya, (kepergian Messi) seharusnya bisa dihindari. Saya bicara langsung dengan Laporta. Saya pikir di musim depan, dengan angka-angka yang dikeluarkan Barcelona, kita bisa tahu apakah Messi seharusnya bisa bertahan atau tidak," lanjut Tebas.

"Itu bukanlah keputusan finansial, saya tahu betul. Jika Laporta sampai berjabat tangan dengan Messi, itu karena selama sebulan dia sudah setuju dengan tawaran dari CVC."

"Selama sebulan itu dia setuju, makanya dia bilang segalanya baik-baik saja. Dia bahkan menelepon saya dua kali untuk mempercepat proses kerja sama dengan CVC, sebab Messi sudah mulai gelisah," jelas Tebas.

(adp/krs)