Pjanic: Messi pun Gagal Paham dengan Koeman

Okdwitya Karina Sari - Sepakbola
Sabtu, 11 Sep 2021 21:10 WIB
BARCELONA, SPAIN - JULY 21: Miralem Pjanic of FC Barcelona looks on during a friendly match between FC Barcelona and Gimnastic de Tarragona at Johan Cruyff Stadium on July 21, 2021 in Barcelona, Spain. (Photo by Eric Alonso/Getty Images)
Foto: Getty Images/Eric Alonso
Istanbul -

Miralem Pjanic sesungguhnya ingin kembali ke Juventus sebelum akhirnya bergabung Besiktas. Pjanic kembali menyinggung pelatih Barcelona, Ronald Koeman.

Gelandang Bosnia-Herzegovina itu dipinjamkan ke raksasa Turki, Besiktas, hanya setelah semusim berkostum Barca. Selain terkait dengan masalah finansial Los Cules, Pjanic mesti pergi karena ogah terus-terusan menghangati bangku cadangan.

Koeman tercatat hanya memainkan Pjanic sebanyak 30 kali di seluruh kompetisi 2020/2021, bahkan cuma enam kali menjadi starter di LaLiga. Setelah bergabung Besiktas, Pjanic secara terbuka mengkritik Koeman dengan menyebut bahwa si pelatih 'tidak menghormati dia.'

Besiktas rupanya bukan opsi pertama Pjanic di bursa musim lalu, melainkan Juventus. Pjanic pernah 'hitam-putih' selama empat musim dengan merebut empat Scudetto dan dua Coppa Italia. Namun, situasi saat itu tidak memungkinkan.

"Dengan Juventus, ada kontak-kontak dan perjanjian dengan agenku, tapi bursa transfer tidak pernah mudah. Aku sebenarnya ingin sekali bisa kembali dan aku akan melakukan segalanya untuk mendapatkan jaminan dari [pelatih Juventus Massimiliano-red] Allegri," ungkap Pjanic kepada Tuttosport.

"Besiktas sangat menginginkanku di hari-hari terakhir bursa transfer dan aku tidak bisa bertahan di Barcelona dengan Koeman. Itu berarti aku cuma akan kehilangan setahun dan aku tidak mau. Sikap Koeman terhadapku itu tidak ada yang bisa memahaminya, bahkan Messi pun tidak. Pada musim lalu, Leo bertanya kepadaku beberapa kali: 'Tapi mengapa dia tidak membiarkanmu bermain? Apakah sesuatu terjadi?' lanjut dia.

"Besiktas adalah tim juara Turki, mereka bermain di Liga Champions... dan mereka punya jersey hitam-putih. Mereka menyambutku dengan cara yang hebat, ini akan menjadi tantangan besar yang lain," Pjanic menambahkan.



Simak Video "Xavi: Barcelona Bukan Favorit Juara Liga Europa, Tapi Sevilla"
[Gambas:Video 20detik]
(rin/krs)