Barca Pernah Punya Kans Gaet Mbappe, tapi Lebih Pilih Dembele

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Selasa, 19 Okt 2021 15:12 WIB
BARCELONA, SPAIN - FEBRUARY 16: Ousmane Dembele of FC Barcelona looks on during the UEFA Champions League Round of 16 match between FC Barcelona and Paris Saint-Germain at Camp Nou on February 16, 2021 in Barcelona, Spain. (Photo by David Ramos/Getty Images)
Eks Presiden Barcelona menyebut tim pelatih lebih memilih Ousmane Dembele ketimbang Kylian Mbappe. (Foto: Getty Images/David Ramos)
Jakarta -

Mantan Presiden Barcelona Josep Maria Bartomeu buka suara soal sejumlah perekrutan besarnya yang hingga kini dianggap gagal. Salah satunya Ousmane Dembele.

Bartomeu terdepak dari posisi presiden Barcelona pada 27 Oktober 2020 silam. Ia menghadapi mosi tidak percaya dari anggota Barcelona saat itu menyusul situasi krisis yang dihadapi klub, juga tuduhan korupsi.

Saat itu Lionel Messi menuntut pergi, setelah Barcelona terus mengalami penurunan prestasi khususnya di Liga Champions. Sementara klub mengalami kesulitan keuangan akibat dihantam pandemi, hingga harus memangkas gaji para pemain.

Presiden baru Barcelona Joan Laporta menyebut bobroknya finansial klub saat ini merupakan persoalan warisan manajemen era Bartomeu. Salah satunya akibat manajemen lama terlalu serampangan membeli pemain, termasuk dengan berutang.

Sementara soal kontribusi, pemain-pemain mahal rekrutan era Bartomeu ini tak bisa dikatakan besar. Sebut saja Ousmane Dembele dan Philippe Coutinho.

Dembele dibeli pada musim panas 2017 seharga 105 juta euro plus bonus senilai 40 juta euro, namun terus-terusan diganggu cedera --setidaknya 11 kali cedera dalam empat tahun. Sedangkan Coutinho direkrut seharga 167 juta euro termasuk bonus-bonus, namun malah dipinjamkan di 2019/2020 lalu tertepikan sejak saat itu.

Bartomeu berkelit, menyebut transfer-transfer yang dilakukan Barcelona berdasarkan permintaan para pelatih. Termasuk ketika Barcelona memilih mendatangkan Ousmane Dembele ketimbang Kylian Mbappe.

"Perekrutannya (Mbappe) sudah di meja. Tapi para pelatih lebih memilih Dembele karena mereka ingin pemain yang bisa membuka celah di lapangan," ungkapnya kepada Esport3 dikutip Marca.

"Beberapa dari perekrutan yang kami lakukan belum memenuhi ekspektasi. Ada pemain-pemain yang menguras banyak uang, tapi hal-hal semacam ini terjadi di sepakbola."

"Ketika dua pemain ini (Dembele dan Coutinho) dibeli, mereka dipuji semua orang. Coutinho datang karena Iniesta pergi. Dia saat itu pemain terbaik Premier League. Dembele datang karena kepergian Neymar."

"Sementara untuk Griezmann, para pelatih memintanya dan bersikeras merekrutnya sepanjang tahun, mereka berpikir dia esensial untuk didatangkan karena Luis Suarez kerap cedera di musim itu. Dia penyerang yang berbeda, bintang global, dan seorang pemain yang mengutamakan tim," imbuh Bartomeu soal Antoine Griezmann, yang dipinjamkan Barcelona ke Atletico Madrid musim panas lalu.

(raw/krs)