ADVERTISEMENT

Javier Tebas Kembali Serang PSG dan Man City

Bayu Baskoro - Sepakbola
Sabtu, 11 Jun 2022 10:30 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - SEPTEMBER 06:  Javier Tebas, La Liga President talks during day 3 of the Soccerex Global Convention at Manchester Central Convention Complex on September 6, 2017 in Manchester, England.  (Photo by Jan Kruger/Getty Images for Soccerex)
Presiden LaLiga, Javier Tebas. (Foto: Jan Kruger/Getty Images for Soccerex)
Jakarta -

Bos LaLiga, Javier Tebas, kembali mengungkapkan kritiknya kepada Paris Saint-Germain dan Manchester City. Keduanya dianggap mendapat manfaat kepemilikan negara.

Tebas amat kritis dengan aktivitas transfer PSG dan Man City. Dia menilai kedua klub milik bos-bos Timur Tengah itu telah melanggar Financial Fair Play (FFP).

Paling baru, Tebas mengecam PSG dan Man City yang menghamburkan banyak uang demi satu pemain. PSG mempertahankan Kylian Mbappe dengan kontrak anyar senilai 150 juta euro, sementara Man City mendatangkan Erling Haaland seharga 75 juta euro.

Javier Tebas menuding Paris Saint-Germain dan Manchester City tetap bisa mengeluarkan uang besar meski sudah jor-joran pemain lantaran klub mendapat manfaat kepemilikan negara. Menurutnya, hal itu amat membahayakan sepakbola Eropa.

"PSG telah kehilangan 200 atau 300 juta euro per musim. PSG dan City pernah dijatuhi sanksi dari UEFA, tapi hukuman itu dicabut Pengadilan Arbitrase Olahraga dalam dua keputusan yang aneh," kata Tebas, dilansir dari Marca.

"Kami mengecam ini karena tidak mungkin ada pemasukan setelah Mbappe diperpanjang, begitu pula Man City dengan Haaland karena semua orang tahu bagaimana Raiola mengumpulkan cuan," sambungnya.

Paris Saint-Germain's French forward Kylian Mbappe poses with a jersey at the end of a press conference at the Parc des Princes stadium in Paris on May 23, 2022, two days after the club won the Ligue 1 title for a record-equalling tenth time and its superstar striker Mbappe chose to sign a new contract until 2025 at PSG rather than join Real Madrid. (Photo by FRANCK FIFE / AFP) (Photo by FRANCK FIFE/AFP via Getty Images)PSG memberi Kylian Mbappe kontrak fantastis meski mengalami kerugian ratusan juta euro. (Foto: Franck Fife/AFP via Getty Images)

"Kami tidak hanya akan membawa masalah ini ke UEFA, tapi juga administrasi hukum Prancis. Ini lebih berbahaya daripada European Super League," sambungnya.

"Ini harus dihentikan, Real Madrid benar telah mengeluhkan masalah tersebut," Javier Tebas mengungkapkan.



Simak Video "Blaugrana Gagal Menang Semenit Sebelum Bubar"
[Gambas:Video 20detik]
(bay/nds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT