ADVERTISEMENT

Bos PSG Sentil Klub Banyak Utang Macam Barcelona

Bayu Baskoro - Sepakbola
Jumat, 23 Sep 2022 23:33 WIB
PARIS, FRANCE - MAY 23: President of PSG Nasser Al Khelaifi during a press conference about the new contract of Kylian Mbappe with Paris Saint-Germain at the auditorium of Parc des Princes stadium on May 23, 2022 in Paris, France. (Photo by John Berry/Getty Images)
Bos Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi. (Foto: Getty Images/John Berry)
Istanbul -

Nasser Al-Khelaifi menyentil klub-klub yang terlibat banyak utang seperti Barcelona. Menurutnya, hal tersebut merusak sepakbola.

Al-Khelaifi menjadi pembicara dalam pertemuan Asosiasi Klub-klub Eropa (ECA) di Istanbul, Turki, Jumat (23/9/2022). Bos Paris Saint-Germain itu membahas isu-isu penting dalam tata kelola sepakbola Eropa.

Salah satu yang disorot Al-Khelaifi yakni soal utang-utang yang mempengaruhi beberapa tim Eropa. Salah satu klub yang tersangkut masalah ini adalah Barcelona.

Barcelona dihajar utang 1,2 miliar euro pada 2020 akibat kesalahan manajemen era Josep Maria Bartomeu, serta diperparah dengan pandemi COVID-19. Los Cules pun berhemat dengan cara memangkas pengeluaran, termasuk pemotongan gaji pemain.

Di satu sisi, Barcelona mampu menghasilkan dana segar di tengah krisis. Economic levers alias 'tuas ekonomi' menjadi andalan Blaugrana berupa penjualan sebagian aset klub.

Empat 'tuas ekonomi' yang diaktifkan Barcelona menghasilkan pendapatan sekitar 700 juta euro. Strategi mendapatkan uang cepat secara instan seperti ini turut dikritisi Nasser Al-Khelaifi.

"Klub-klub lain punya utang 1.800 juta euro, hal ini jelas tidak sehat. Itulah bahayanya dalam sepakbola. Orang-orang tinggal empat atau lima tahun sebagai presiden dan kemudian meninggalkan utang dan menjadi bencana bagi presiden lainnya," kata Al-Khelaifi, dilansir dari AS.

"Begitulah yang terjadi siklus demi siklus. Inilah yang harus kita perhatikan dan khawatirkan karena itulah yang bisa menghancurkan sepakbola. Kami membutuhkan aturan untuk melindungi klub dari utang dan bencana," dia menambahkan.

"Aturan keberlanjutan keuangan yang baru adalah perkembangan positif. Aturan pengendalian biaya. Mereka mendorong investasi dan investor baru. Mereka akan membantu memastikan keberlanjutan sepakbola."

"Namun kita harus berhati-hati; tingkat utang yang berbahaya dan menyuntikkan modal ajaib bukanlah jalur berkelanjutan. Kita harus berpikir jangka panjang, bukan jangka pendek," Nasser Al-Khelaifi mengungkapkan.

(bay/raw)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT