ADVERTISEMENT

Panas! Javier Tebas Balas Kritikan Bos PSG ke Barcelona

Bayu Baskoro - Sepakbola
Sabtu, 24 Sep 2022 01:00 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - SEPTEMBER 06:  Javier Tebas, La Liga President talks during day 3 of the Soccerex Global Convention at Manchester Central Convention Complex on September 6, 2017 in Manchester, England.  (Photo by Jan Kruger/Getty Images for Soccerex)
Bos LaLiga, Javier Tebas. (Foto: Jan Kruger/Getty Images for Soccerex)
Istanbul -

Nasser Al-Khelaifi mengkritik klub-klub terjerat utang yang mendapat uang instan seperti Barcelona. Javier Tebas menyerang balik Paris Saint-Germain.

Al-Khelaifi menyoroti klub-klub yang memiliki utang besar dalam rapat Asosiasi Klub-klub Eropa (ECA) di Istanbul, Jumat (23/9/2022). Masalah itu diakuinya berpotensi merusak sepakbola.

Bos PSG tersebut juga mengkritik cara-cara instan klub demi bisa meraih pendapatan di tengah jerat utang. Salah satu contoh kasus seperti ini adalah Barcelona.

Blaugrana punya utang lebih dari 1 miliar euro pada 2020 dan terjerat krisis keuangan selama pandemi. Barcelona lantas mengaktifkan 'tuas ekonomi' atau penjualan beberapa aset klub.

Total 4 'tuas ekonomi' diaktifkan Barcelona dengan menjual sebagian saham hak siar TV dan lisensi merchandise. Klub asal Catalunya itu meraih pemasukan sekitar 700 juta euro.

PARIS, FRANCE - MAY 23: President of PSG Nasser Al Khelaifi during a press conference about the new contract of Kylian Mbappe with Paris Saint-Germain at the auditorium of Parc des Princes stadium on May 23, 2022 in Paris, France. (Photo by John Berry/Getty Images)Presiden Paris Saint-Germain, Nasser Al-Khelaifi. (Foto: Getty Images/John Berry)

"Kita harus berhati-hati; tingkat utang yang berbahaya dan menyuntikkan modal ajaib bukanlah jalur berkelanjutan. Kita harus berpikir jangka panjang, bukan jangka pendek," kata Nasser Al-Khelaifi dalam pertemuan ECA.

Komentar Al-Khelaifi mendapat balasan dari Javier Tebas. Bos LaLiga itu membela Barcelona dan balik mengkritik Paris Saint-Germain.

Tebas menganggap Barcelona mendapat uang dengan cara sah lewat penjualan aset klub. Sebaliknya, dia menuding PSG selama ini mendapat aliran dana melimpah dari kepemilikan negara.

"Tidak ada keajaiban, Barcelona telah menjual sebagian asetnya untuk menutupi kerugiannya, di PSG malah "Anda membuka gas". Untuk sepakbola berkelanjutan, hal pertama adalah membayar utang, bukan?" Javier Tebas menulis di akun Twitter miliknya.

(bay/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT