Abreu, Si Gila yang Cerdas

Abreu, Si Gila yang Cerdas

- Sepakbola
Senin, 05 Jul 2010 14:26 WIB
Abreu, Si Gila yang Cerdas
Jakarta - Tidak bermainnya Luis Suarez akan menjadi kehilangan besar bagi Uruguay saat melawan Belanda. Namun mereka memiliki pemain lain yang lebih berpengalaman pada diri Sabastian Abreu.

Abreu mencuri perhatian khusus setelah melakukan tendangan penalti yang berisiko tinggi dalam drama tos-tosan melawan Ghana di babak perempatfinal. Bola dicukil pelan, tapi masuk gawang dari arah tengah.

Tendangan penalti gaya ini diperkenalkan pemain Cekoslowakia, Antonin Panenka, saat timnya mengalahkan Jerman Barat 5-3 di Piala Eropa 1976.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keputusan Abreu untuk melakukan eksekusi penalti dengan cara itu dianggap "gila". Sebabnya, jika kiper bisa membaca arah bola, ia bisa saja menangkapnya dengan mudah

Apalagi tendangan pinalti yang dilakukannya saat itu sangat penting bagi Uruguay. Ia adalah algojo penentu bagi Uruguay untuk lolos ke babak semifinal.

Tapi Abreu memang begitu. Teman-teman setimnya sudah paham, penyerang 33 tahun itu memang dijukuki El Loco alias "si Gila".

Walau disebut gila, penyerang klub Botafogo ini sebenarnya memiliki otak dan visi bermain yang mengagumkan rekan-rekannya.

"Dia mempelajari lawan dan kiper. Dia berani dan cerdas," terang kapten Diego Lugano, seperti dikutip dari AFP. "Pemikiran berperan besar. Bermain positif berperan besar dalam situasi seperti ini."

Abreu sendiri punya teori kenapa dia berani melakukan penalti seperti itu. "Aku melihat penjaga gawang selalu jatuh sebelum penembak menendang bola," tutur dia.

Abreau adalah salah satu pemain senior di tim Uruguay. Ia sudah bermain di 17 klub di 7 negara berbeda (Uruguay, Argentina, Meksiko, Israel, Spanyol, Yunani, dan Brasil). Beberapa klub top yang pernah ia bela adalah Deportivo La Coruna, Real Sociedad dan River Plate.

Dari lima pertandingan yang telah dilakoni Uruguay di Piala Dunia tahun ini, Abreu baru bermain dua kali sebagai pemain pengganti, yakni saat menghadapi Prancis dan Ghana, dengan total durasi 60 menit.

Ia punya kesempatan besar bermain sebagai starter di babak semifinal melawan Belanda, karena Luis Suarez terkena skorsing satu pertandingan. Kegilaan apa yang bisa dilakukan El Loco besok malam?

(a2s/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads